Sekretaris Jenderal PBB Memperingatkan tentang Risiko Konflik Skala Penuh di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i191272-sekretaris_jenderal_pbb_memperingatkan_tentang_risiko_konflik_skala_penuh_di_kawasan
Pars Today – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, tanpa mengutuk agresi Amerika Serikat terhadap Iran, memperingatkan tentang risiko konflik skala penuh di kawasan Asia Barat.
(last modified 2026-06-11T04:09:15+00:00 )
Jun 11, 2026 11:05 Asia/Jakarta
  • Sekjen PBB, Antonio Guterres
    Sekjen PBB, Antonio Guterres

Pars Today – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, tanpa mengutuk agresi Amerika Serikat terhadap Iran, memperingatkan tentang risiko konflik skala penuh di kawasan Asia Barat.

Menurut laporan koresponden IRNA, Guterres pada Rabu (10/6) malam waktu setempat di akun media sosial X-nya menambahkan: "Asia Barat semakin terseret ke dalam krisis, dan konsekuensinya akan melampaui kawasan tersebut."

 

Sekretaris Jenderal PBB mengatakan: "Minggu ini kita menyaksikan serangan yang lebih luas dan situasi yang semakin memburuk, di mana gencatan senjata lebih mirip dengan pengurangan baku tembak."

 

Ia memperingatkan: "Kita tidak boleh meremehkan risiko bahwa baku tembak kecil dapat berubah menjadi konflik skala penuh."

 

Sekretaris Jenderal PBB menegaskan: "Semua pihak harus berusaha untuk mencapai kesepakatan diplomatik tanpa serangan dan dalih apa pun."

 

Militer Amerika Serikat, sejak Selasa waktu Timur AS, bertepatan dengan 9 Juni 2026 (19 Khordad 1405), selama dua malam berturut-turut, setelah serangan baru dari rezim Israel sejak pemberlakuan gencatan senjata, dengan dalih penembakan jatuh sebuah helikopter Apache militer AS atas perintah Trump, menyerang Iran dan melanggar gencatan senjata.

 

Presiden AS, yang sebelumnya telah berulang kali mengklaim bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak dilanggar, kali ini ia sendiri mengakui bahwa pelanggaran gencatan senjata dengan Iran tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dunia. Trump sejauh ini telah mengklaim kemenangan sebanyak 37 kali, 24 kali mengklaim bahwa kesepakatan "sudah dekat", dan bahkan 12 kali menyatakan bahwa perang telah berakhir. (MF)