Qatar: Sanksi AS terhadap Iran Bersifat Sepihak; Kami Lanjutkan Upaya Mediasi
-
Majed al-Ansari
Pars Today – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan: Sanksi-sanksi AS terhadap Iran bersifat sepihak, dan kami mendukung upaya-upaya mediasi untuk menyelesaikan krisis.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Al-Jazeera, Majed Al-Ansari, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, mengatakan: "Upaya-upaya kami untuk menjamin kembalinya dan dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran terus berlanjut. Sanksi-sanksi AS terhadap Iran bersifat sepihak, dan kami mendukung upaya-upaya mediasi untuk menyelesaikan krisis. Qatar melanjutkan upaya-upayanya untuk menjadi mediator antara AS dan Iran, tetapi tidak ada perkembangan baru dalam berkas ini."
Ia menambahkan: "Kami telah menekankan sejak hari pertama bahwa setiap eskalasi ketegangan di kawasan akan membawa konsekuensi di seluruh kawasan dan seluruh dunia."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, tanpa merujuk pada tindakan-tindakan destabilisasi AS dan agresinya terhadap Iran, mengatakan: "Situasi Selat Hormuz harus kembali ke sebelum krisis, dan kami menekankan perlunya kebebasan pelayaran di dalamnya. Iran telah menutup Selat Hormuz dengan cara yang melanggar kebebasan pelayaran yang ditegaskan dalam hukum internasional."
Ia selanjutnya, dengan merujuk pada tindakan-tindakan agresif rezim Zionis terhadap negara-negara kawasan, mengatakan: "Jika Israel ingin menjadi bagian dari kawasan, ia harus memenuhi kewajibannya. Tekanan harus diberikan pada Israel untuk melaksanakan rencana yang diusulkan Trump tentang Gaza. Kami mengoordinasikan upaya-upaya kami dengan masyarakat internasional untuk menghadapi kekerasan-kekerasan Israel di Tepi Barat."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, tanpa merujuk pada agresi dan tindakan-tindakan kejam AS dan rezim Zionis terhadap Iran, dan sementara Iran selalu menyatakan bahwa ia menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan yang digunakan untuk menyerang Iran, mengatakan: "Kami menolak upaya Iran untuk menyeret negara-negara kawasan ke dalam konflik, setiap kali diserang oleh pihak ketiga!"
Ia juga berbicara tentang koordinasi penuh di antara para syekh untuk menghadapi berbagai skenario eskalasi ketegangan, dan menambahkan: "Angkatan bersenjata dan semua lembaga kami di Qatar siap merespons setiap ancaman dari pihak mana pun."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar selanjutnya menegaskan: "Qatar menyambut keputusan pemerintah AS untuk menghapus nama Suriah dari daftar negara-negara pendukung terorisme."
Al-Ansari menyatakan: "Komunikasi dengan semua pihak terus berlanjut, dan setiap eskalasi ketegangan akan membawa lebih banyak konsekuensi bagi kawasan dan dunia. Prioritasnya adalah mencapai kesepakatan antara berbagai pihak, dan Qatar tidak mendukung pihak mana pun terhadap pihak lain."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa negara-negara Teluk mendukung tercapainya solusi damai untuk krisis antara AS dan Iran. (MF)