Gaung Pidato Pezeshkian di Majelis Umum PBB dalam Media Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i197362-gaung_pidato_pezeshkian_di_majelis_umum_pbb_dalam_media_amerika
Pars Today - Media-media Amerika seperti media global lainnya secara luas memberitakan pidato Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, di Majelis Umum PBB dan menyoroti berbagai bagiannya, termasuk ketidakmenyerahan Iran.
(last modified 2026-09-24T04:50:44+00:00 )
Sep 24, 2026 11:48 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian
    Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Pars Today - Media-media Amerika seperti media global lainnya secara luas memberitakan pidato Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, di Majelis Umum PBB dan menyoroti berbagai bagiannya, termasuk ketidakmenyerahan Iran.

Melansir IRNA, Kamis, 24 September 2026, Wall Street Journal dengan menerbitkan laporan berita tentang pidato Presiden Iran pada hari kedua Majelis Umum ke-81 PBB di New York menulis, "Pezeshkian mengatakan bahwa Iran siap berunding untuk mengakhiri perang dengan Amerika, tetapi memperingatkan bahwa Tehran tidak akan pernah menyerah pada kezaliman Amerika dan tidak akan melepaskan program nuklirnya."

Harian New York Times juga menyoroti bahwa Iran adalah negara pertama yang kepala pemerintahannya hadir di Majelis Umum lembaga ini di New York, sementara ia sedang berperang dengan Amerika, tuan rumah markas PBB.

Harian ini dengan menyatakan bahwa "Pezeshkian menggunakan mimbar diplomatik Majelis Umum untuk menyampaikan pandangan Iran" menambahkan, "Presiden Iran menegaskan bahwa negaranya tidak akan melepaskan program nuklir nonmiliter, tetapi membiarkan pintu diplomasi dengan Amerika tetap terbuka."

Jaringan CNBC juga melaporkan, "Presiden Iran dalam pidato berani di PBB menyebut Amerika dan Israel sebagai faktor ketidakstabilan global."

Laporan ini menambahkan, "Pidato Pezeshkian di Majelis Umum PBB di New York merupakan kecaman keras terhadap Donald Trump, Presiden Amerika, yang sehari sebelumnya di PBB mengatakan sedang mengkaji apakah setelah hampir tujuh bulan perang, Iran akan 'dihancurkan' atau tidak."

CNBC melaporkan, "Pezeshkian dengan menyatakan bahwa Iran adalah korban agresi Amerika dan Israel, menegaskan bahwa negaranya akan terus melawan 'sampai napas terakhir'."

Jaringan NBC News juga dalam sebuah laporan mengatakan bahwa Presiden Iran setelah ancaman Trump mengambil nada tegas. Jaringan ini menambahkan, "Pezeshkian dengan menunjukkan gambar anak-anak yang tewas akibat proyektil Amerika yang menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, merujuk pada korban warga sipil."

NBC News dalam bagian lain laporannya menyoroti tindakan Pezeshkian menunjukkan gambar Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi, di Majelis Umum PBB.

Situs Axios menulis, "Pezeshkian menggunakan salah satu mimbar diplomatik terbesar di dunia untuk, di tanah Amerika Serikat, menantang Trump secara langsung, itu pun dalam kondisi konfrontasi antara Iran dan poros Amerika-Israel masih berlanjut."

Situs Amerika ini menambahkan, "Pezeshkian dengan tegas menolak penggambaran Trump tentang Iran sebagai sumber terorisme dan menegaskan bahwa orang Iran sendiri adalah 'korban terorisme'."

Associated Press juga membuat judul, "Pezeshkian dalam pidato tegas menantang Trump dan mengatakan bahwa Iran akan berjuang 'sampai napas terakhir'."

Harian Washington Post menulis, "Presiden Iran di PBB mengatakan bahwa negaranya 'harus kuat agar aman dari ancaman'."

"Media-media Amerika secara luas memberitakan pidato Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Majelis Umum PBB ke-81 di New York, dengan fokus pada ketidakmenyerahan Iran, kesiapan berunding, dan penolakan melepaskan program nuklir."(Sail)