Inggris Kembali Tunduk pada AS: Bergabung dengan Sanksi Anti-Iran
-
Menteri Keuangan Inggris, John Healey
Pars Today – Pemerintah Inggris, dengan bergabung dalam sanksi-sanksi AS terhadap Iran, sekali lagi menunjukkan ketergantungannya pada Washington dan kepatuhannya terhadap kebijakan-kebijakan anti-Iran AS.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Middle East Eye, sementara sebagian besar negara-negara merdeka mengutuk perang agresif AS dan rezim Zionis terhadap Iran serta sanksi-sanksi sepihak AS, pemerintah Inggris sekali lagi menyatakan ketergantungannya pada Washington dan kepatuhannya terhadap kebijakan-kebijakan anti-Iran AS.
John Healey, Menteri Keuangan Inggris, dalam pernyataan munafiknya mengklaim bahwa negaranya mendukung upaya-upaya AS untuk mencapai solusi diplomatik mengenai Iran, dan menyambut langkah-langkah untuk meningkatkan tekanan, termasuk sanksi-sanksi luas terhadap Iran yang baru-baru ini diumumkan.
Healey, dengan mengeluarkan pernyataan, mengumumkan bahwa pemerintah Inggris sejak berkuasanya Partai Buruh telah memberlakukan lebih dari 240 sanksi terhadap Iran, dan akan terus bekerja sama dengan AS dan mitra-mitra lainnya untuk memberlakukan tekanan ekonomi pada Iran.
Dengan mengulangi klaim-klaim anti-Iran, ia mengklaim bahwa London bertekad untuk mencegah Iran menggunakan ekonomi global dan sistem keuangan Inggris untuk memajukan program nuklir dan apa yang disebut "aktivitas-aktivitas destabilisasi."
Healey juga, tanpa mempertimbangkan agresi AS dan Israel terhadap wilayah Iran, mengklaim bahwa ia meminta Iran untuk menghentikan "aktivitas-aktivitas destabilisasinya" di seluruh kawasan, termasuk di Selat Hormuz!
Ia menambahkan bahwa Inggris akan terus bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk melindungi kepentingan negara ini, mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membuka kembali Selat Hormuz, dan menghadapi apa yang disebut "aktivitas-aktivitas berbahaya Iran."
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam menanggapi ancaman-ancaman AS tentang pemberlakuan sanksi lebih lanjut terhadap Iran, menyatakan bahwa kerja sama negaranya dengan Tehran dilakukan berdasarkan hukum internasional.
Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, menegaskan: "Tidak boleh ada campur tangan atau gangguan dalam kerja sama ini. Tiongkok akan memantau perkembangan dari dekat dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak-hak dan kepentingan sahnya. Kami menentang sanksi-sanksi sepihak AS terhadap Iran. Sanksi-sanksi ini tidak memiliki dasar dalam hukum internasional."(MF)