Bayi di Gaza Gugur, karena Cuaca yang Sangat Dingin
Seorang bayi perempuan Palestina meninggal di sebuah tenda di Jalur Gaza karena cuaca dingin yang ekstrim.
Jaringan Sahab mengutip media Palestina memberitakan kesyahidan seorang bayi perempuan Palestina bernama Ayesha Adnan Sufian al-Qassas saat fajar pada hari Jumat, karena suhu dingin yang ekstrim di dalam tenda di Mawasi Khan Yunis di selatan Jalur Gaza.
Media Palestina menambahkan, keluarga bayi perempuan Palestina ini tinggal di tenda di kawasan Mawasi Khan Yunis. di mana mereka mengungsi setelah rumahnya dihancurkan oleh tentara rezim Zionis selama agresi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Rezim Israel telah memulai perang dahsyat di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 yang terus berlanjut hingga kini.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa sejak awal serangan rezim Zionis di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, 45.097 orang gugur dan 107.244 orang luka-luka.
Kejahatan rezim genosida Israel terhadap orang-orang Palestina di jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 dilakukan dengan dukungan penuh Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lainnya.
Sementara itu, diamnya komunitas internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia dalam menanggapi kejahatan-kejahatan ini telah menyebabkan berlanjutnya pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak Palestina oleh mesin perang rezim agresor Zionis.(PH)