Baghaei: AS Uji Rudal Pembantai di Lamerd, 24 Syahid!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190454-baghaei_as_uji_rudal_pembantai_di_lamerd_24_syahid!
Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan: "Amerika Serikat, dalam serangannya ke area pemukiman dan stadion olahraga di Lamerd, Provinsi Fars, Iran selatan, untuk pertama kalinya menggunakan rudal dengan tujuan menguji tingkat daya hancurnya."
(last modified 2026-05-26T12:41:23+00:00 )
May 26, 2026 19:39 Asia/Jakarta
  • Jubir Kemenlu Iran, Esmail Baghaei
    Jubir Kemenlu Iran, Esmail Baghaei

Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan: "Amerika Serikat, dalam serangannya ke area pemukiman dan stadion olahraga di Lamerd, Provinsi Fars, Iran selatan, untuk pertama kalinya menggunakan rudal dengan tujuan menguji tingkat daya hancurnya."

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, setelah pertemuannya dengan Sayid Musa Mousavi, perwakilan rakyat kota Mohr dan Lamerd di parlemen Iran, dalam pesan di media sosial menulis: "Dalam pertemuan dengan Musa Mousavi, perwakilan daerah pemilihan Mohr dan Lamerd di Majelis Syura Islam Iran (parlemen), saya mendapat informasi tentang sebagian detail dari kejahatan mengerikan Amerika dalam serangan rudal ke sebuah gedung olahraga di kota Lamerd, Provinsi Fars."

 

Baghaei mengatakan: "Pada sore hari, Minggu, 28 Februari 2025 (9 Esfand 1404); hari yang sama ketika para siswa Sekolah 'Shajareh Tayyebah' di Minab, Provinsi Hormozgan, dibantai dengan tiga rudal Tomahawk Amerika, sebuah area pemukiman di kota Lamerd, termasuk sebuah gedung olahraga, juga menjadi sasaran dengan empat rudal yang disebut PrMS. Akibat ledakan rudal-rudal ini, 24 orang, termasuk seorang gadis kecil berusia dua tahun, beberapa remaja pemain bola voli, dan beberapa wanita serta pria tak bersalah, gugur syahid. Lebih dari 130 orang juga terluka, dan sejumlah besar dari mereka menjadi cacat permanen."

 

Baghaei menambahkan: "Rudal-rudal ini meledak di udara sebelum menghantam target, dan berubah menjadi lebih dari 180.000 pecahan peluru yang terbuat dari bola-bola tungsten (tungsten shot); pecahan yang tersebar ke segala arah dengan kecepatan dan kekuatan yang sangat tinggi. Serangan ini bukan akibat kesalahan; sekarang tidak ada keraguan lagi bahwa militer AS menembakkan rudal jenis ini untuk pertama kalinya ke sebuah area pemukiman dan gedung olahraga di kota Lamerd dengan tujuan menguji tingkat daya hancurnya. Tindakan ini adalah kejahatan perang yang keji dan tak termaafkan, dan para pemimpin serta pelakunya harus dituntut secara pidana di setiap pengadilan yang berwenang." (MF)