Analis Zionis Akui Kegagalan Israel Atasi Serangan Yaman
Analis Zionis menyinggung berlanjutnya serangan yang dilakukan pejuang Yaman, dan mengakui kegagalan Tel Aviv melawan serangan tersebut.
Jaringan Sahab melaporkan, Alon Ben David, analis TV Israel saluran 13 mengatakan, "Otoritas Israel tahu bahwa perang dengan Ansarullah Yaman adalah pertempuran yang panjang dan tidak akan terbatas pada satu atau dua serangan saja".
Ben David menambahkan, "Masalah utama Israel yang dihadapi Yaman adalah dalam hal informasi dan jarak".
Amos Hariel, analis lain dari media Zionis, Haaretz juga mengatakan, "Penduduk Tel Aviv setiap hari berada dalam ketakutan karena roket yang ditembakkan dari arah Yaman, dan ketidakmampuan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang sangat menginginkan kemenangan mutlak merupakan hal yang memprihatinkan menjadi olok-olokan".
"Yaman adalah ancaman besar bagi Tel Aviv setelah gencatan senjata Israel dengan Lebanon dan penghentian serangan pesawat tak berawak dari Irak dan pembatasan perang dengan Gaza" ujar Hariel.
Ran Edelist, analis surat kabar Zionis, Ma'ariv, juga menyatakan bahwa komentar tentang kekuatan lapisan pertahanan Israel terhadap serangan Yaman dan rudal mereka terlalu dilebih-lebihkan.
"Iron Dome bukan hanya tidak bisa mencegat dan menghancurkan rudal Yaman, tetapi juga dalam mencegat dan menghancurkan roket yang ditembakkan dari Gaza juga tidak efektif" tutur Edelist.
Jenderal Yisrael Ziv, mantan komandan unit pasukan terjun payung rezim Zionis, juga mengatakan bahwa serangan Israel ke Yaman tidak akan menghilangkan ancaman Ansarullah.
Selama beberapa bulan terakhir tentara Yaman telah menargetkan beberapa kapal Zionis atau kapal yang menuju wilayah pendudukan di Laut Merah dan selat Bab El-Mandeb demi mendukung perjuangan Palestina di Gaza.
Militer Yaman juga telah melakukan beberapa serangan rudal dan drone yang berhasil di wilayah pendudukan, khususnya Tel Aviv.(PH)