Indonesia Pesan 2000 Vaksin Cacar Monyet dari Denmark
Menteri Kesehatan (Menkes) Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pemerintah telah memesan sebanyak dua ribu dosis vaksin cacar monyet atau Monkeypox dari Denmark.
Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril di Gedung Dr R Soeharto, Jakarta Pusat, Selasa (30/8) mengatakan, "Kita lagi penjajakan. Kalau memang nanti ternyata berkembang kita sudah menyiapkan itu. Tahap persiapannya ada dua ya, satu harus melalui kajian ITAGI, kita tidak boleh tau-tau vaksin. Yang kedua rekomendasi dari BPOM,".
Syahril mengakui pengadaan vaksin cacar monyet terbatas lantaran merujuk tingkat penularan cacar monyet. Menurutnya, penyakit ini bukan penyakit dengan tingkat penularan tinggi seperti virus corona (Covid-19).
Selain itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini juga belum mengeluarkan rekomendasi vaksinasi massal seperti vaksinasi untuk meminimalisir penularan virus corona (Covid-19). Namun, sudah ada dua negara yang melakukan vaksinasi cacar monyet kepada warganya.
"Nah, sementara ini WHO belum memberikan anjuran kepada seluruh negara untuk vaksinasi massal seperti halnya Covid-19. Kedua, vaksin cacar yang dulu pernah ada tahun 1980 itu masih dinilai efektif. Tetapi negara-negara maju karena sudah 40 tahun, mereka mengadakan [vaksinasi cacar monyet] sendiri," ujarnya.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pemerintah telah memesan sebanyak dua ribu dosis vaksin cacar monyet atau Monkeypox dari Denmark. Target vaksin cacar monyet diperuntukkan bagi para penyintas, kontak erat pasien, hingga warga yang memiliki risiko tinggi terpapar cacar monyet.
Budi menambahkan, vaksin cacar monyet itu dipesan dari perusahaan bioteknologi yang berfokus pada pengembangan, pembuatan, dan komersialisasi vaksin untuk penyakit menular dan imunoterapi kanker yang manufakturnya berfokus di Denmark.
"Dari segi vaksinasi, kita sudah memesan vaksinnya dua ribu dosis dari Bavarian Nordic dibantu dengan KBRI Denmark karena ada vaksin Monkeypox di sana," kata Budi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (30/8).
Budi juga mengungkapkan vaksin cacar monyet masih terbatas lantaran Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi vaksinasi massal seperti vaksinasi untuk meminimalisir penularan virus corona (Covid-19). Namun, sudah ada dua atau tiga negara yang melakukan vaksinasi cacar monyet kepada warganya.
Vaksin cacar monyet yang akan diadakan di Indonesia juga harus mendapatkan rekomendasi penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain itu, berdasarkan data terkini, lanjutnya, dari 48.227 ribu kasus konfirmasi cacar monyet di dunia, setidaknya 13 orang yang tercatat meninggal dunia pasca terinfeksi. Dengan demikian, fatality rate atau tingkat kasus kematian cacar monyet menurutnya sangat rendah atau berkisar 0,02 persen.
"Kematian rendah sekali karena dia menyerang kulit, 13 kematian rendah sekitar 0,02 persen dan kematian bukan karena virus cacar monyetnya tapi karena secondary infection," ujarnya.(PH)