Cendekiawan Indonesia: Iran Buktikan Mampu Melawan Kekuatan Besar
-
Syahid Sayid Ali Khamenei
Pars Today - Seorang profesor Indonesia menekankan bahwa perang terhadap Iran adalah konfrontasi antara dua front, yaitu kebenaran dan kebatilan.
Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari IRNA, Syaikh Hasan Askari, profesor di Universitas Sadra Indonesia, mengacu pada invasi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, menyatakan, “Kita tidak boleh menganggap peristiwa di Asia Barat sebagai perang antara beberapa pihak, melainkan konfrontasi antara dua front, yaitu kebenaran dan kebatilan, serta antara kemanusiaan dan non-kemanusiaan.”
Askari menambahkan bahwa Iran telah berupaya melindungi negara-negara Islam, dan selama sekitar 47 tahun, berdasarkan pemikiran ini, kelompok-kelompok perlawanan di wilayah tersebut telah terbentuk yang melemahkan musuh-musuh. Tanpa dukungan Iran terhadap gerakan-gerakan ini, kita tidak akan mencapai hasil seperti hari ini. Front perlawanan, terutama dalam peristiwa-peristiwa terkini, telah memberikan pukulan berat kepada musuh-musuh, dan Amerika Serikat sebagai kekuatan adidaya global berada dalam posisi lemah.
Ia menekankan, “Iran telah menunjukkan bahwa kita dapat berdiri teguh melawan kekuatan-kekuatan besar dan tidak menyerah. Gerakan Iran adalah kebangkitan manusiawi dan Islami serta keteguhan melawan kezaliman, dan dapat mengarahkan pandangan banyak umat Islam untuk membela kebenaran.”
Ali Khamenei Tidak Hanya Milik Iran
Berita lain dari Indonesia menyebutkan bahwa sebuah keluarga di negara ini menamai anak mereka yang baru lahir “Ali Khamenei” untuk mengenang Syahid Imam Khamenei.
Pengguna media sosial dalam menanggapi berita ini menulis, “Ali Khamenei tidak hanya milik Iran, tetapi ia dilahirkan di seluruh dunia.”
Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia juga menyebut penamaan ini sebagai tanda hubungan budaya dan spiritual antara bangsa-bangsa.(sl)