Menlu RI: Sekitar 500 WNI Terdampak Gempa Turki
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i139732-menlu_ri_sekitar_500_wni_terdampak_gempa_turki
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyebut jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang diperkirakan terdampak gempa bumi di Turki sekitar 500 orang.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 14, 2023 07:17 Asia/Jakarta
  • Menlu RI: Sekitar 500 WNI Terdampak Gempa Turki

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyebut jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang diperkirakan terdampak gempa bumi di Turki sekitar 500 orang.

Situs Antara melaporkan, Menlu RI, Retno Marsudi ketika menyampaikan keterangan pers secara daring melalui akun YouTube Kementerian Luar Negeri RI, Senin mengatakan, “Sebanyak 123 orang telah dievakuasi pada tahap pertama, termasuk dua warga negara Malaysia dan satu warga negara Myanmar,”.

Sementara delapan orang yang terdiri dari lima WNI dan tiga warga negara Filipina sedang dalam proses evakuasi tahap kedua.

Akibat gempa bumi di Turki, dua WNI meninggal dunia, yaitu seorang ibu dan anak. Keduanya telah dimakamkan di Kahramanmaras sesuai permintaan keluarga.

Kemudian, 10 orang yang mengalami luka berat telah dirawat di rumah sakit.

Sejak gempa terjadi, kata Retno, duta besar RI di Ankara sudah langsung bergerak dan berkomunikasi dengan otoritas Turki.

“Indonesia adalah perwakilan asing pertama yang mengevakuasi warganya sendiri di Turki,” kata Retno.

KBRI Ankara juga menyalurkan 189 paket bantuan logistik untuk WNI.

Sementara itu di Suriah, tidak ada WNI yang terdampak gempa, tetapi tim KBRI Damaskus terus dan akan tetap memantau perkembangan di lapangan.

“Dubes RI Damaskus juga terus melakukan koordinasi dengan otoritas Suriah untuk tujuan yang sama, yaitu mendapatkan informasi mengenai bantuan yang diperlukan dan juga mengenai keselamatan para WNI kita,” tutur Retno.

Dia memastikan bahwa komunikasi tingkat menteri terus dilakukan, khususnya antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dengan Turki dan Suriah, guna membahas penanganan pascagempa.

“Dan setiap perkembangan terus kami laporkan kepada Bapak Presiden (Joko Widodo),” kata Retno.

Bantuan gelombang pertama Indonesia untuk korban gempa Turki sudah tiba di Adana pada Minggu (12/2). Bantuan gelombang pertama Indonesia untuk korban gempa Turki sudah tiba di Adana pada Minggu (12/2). (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)

Dua pesawat TNI Angkatan Udara tiba di Bandara Adana, Turki, pada Minggu (12/2), mengangkut bantuan logistik dari Indonesia untuk para korban gempa dahsyat yang mengguncang negara itu pada Senin pekan lalu.

Selain bantuan logistik, pesawat juga mengangkut 55 personel Medium Utility Search And Rescue (Musar) dan Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu pihak berwenang Turki dalam melaksanakan proses evakuasi dan penyelamatan korban gempa lebih lanjut.

Sejauh ini, proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung. Hingga Senin (13/2), tercatat ada 37.357 orang tewas di Turki dan Suriah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut.

"Logistik bantuan pemerintah RI untuk masyarakat Turki dan Suriah tersebut, berupa tenda, sepatu booth, selimut, makanan, dan obat-obatan. Total bantuan logistik sebanyak 11 ton lebih, merupakan bantuan tahap pertama, dan akan disusul bantuan tahap berikutnya," bunyi pernyataan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara pada Senin.

Dua pesawat yang mengantarkan bantuan logistik itu yakni Boeing B-737-400 A-7308 dan C-130 Hercules A-1326.

Setelah menurunkan personel dan bantuan logistik di Bandara Adana, Pesawat Boeing 737-400 A-7308 Skadron Udara 17, langsung terbang kembali menuju tanah air dengan rute Addana - Abu Dhabi - Chennai - Lanud Sim - Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sementara itu, pesawat C-130 A-1326 Skadron Udara 32 kembali melanjutkan misi penerbangan menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana gempa Turki, dan Suriah, dengan rute Ankara - Etismegut - Kahramanmaras - Etismegut - Kahramanmaras - Ankara.

Menurut keterangan KBRI Ankara, gelombang kedua serta ketiga bantuan Indonesia untuk Turki akan dikirim pada 14 Februari dan 19 Februari mendatang.(PH)