Psoriasis, Penyakit Kulit yang Bikin Kulit Bersisik
-
Kulit
Psoriasis barangkali terdengar asing dan kurang populer dibanding penyakit lainnya. Tapi setidaknya, psoriasis mulai dikenal setelah Kim Kardashian mengaku terkena penyakit ini. Bertepatan dengan Hari Psoriasis Sedunia, mari kita mengenal tentang penyakit ini.
Kepala Divisi Dermatologi Pediatrik Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSCM/FKUI, dr. Gita Rahmayunita, SpKK menjelaskan, psoriasis adalah penyakit kulit akibat autoimun. Seperti penyakit autoimun lainnya, hingga saat ini penyebabnya tidak diketahui pasti.
"Tapi yang jelas terjadi pembelahan dan pematangan sel kulit yang lebih cepat dibanding sel kulit normal," kata Gita dalam acara peringatan Hari Psoriasis Sedunia di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).
Psoriasis ditandai dengann munculnya bercak merah bersisik. Ada berbagai jenis psoriasis berdasarkan bentuk dan luas penyebarannya, antara lain psoriasis vulgaris berupa plak, psoriasis gutata berbentuk tetesan, psoriasis inversa yang muncul di lipatan kulit, psoriasis pustulosa yang berbentuk jerawat, dan psoriasis eritoderma, yaitu berwarna kemerahan dan bersisik di seluruh badan.
Psoriasis bersifat menahun. Artinya, pasien akan memiliki penyakit ini seumur hidupnya. "Tetapi bisa terjadi remisi dan kambuh kembali tanpa penyebab yang jelas. Dengan pengobatan yang tepat penyakit dapat dikontrol," lanjut Gita.
Dikutip dari WorldPsoriasisDay.com, prevalensi psoriasis di dunia mencapai 125 juta jiwa. Di Indonesia, belum ada data pasti pasien psoriasis. Namun, Departemen Kulit dan Kelamin RCSM/FKUI mencatat 71 kasus baru psoriasis tahun 2015. Penyakit ini lebih sering ditemui pada usia 15-30 tahun. Akan tetapi, sekitar 10 persen muncul pada usia kurang dari 10 tahun.
Bukan penyakit menular
Gita menegaskan, psoriasis bukan penyakit menular. Hanya saja, pasien kerap merasa malu karena penyakit ini terlihat jelas di kulit. Meski bukan tergolong penyakit yang mematikan, psoriasis bisa berdampak pada kehidupan sosial ekonomi pasiennya.
Pasien bisa merasa kurang percaya diri, mengalami gangguan tidur, kesulitan kehidupan pekerjaan, hingga bisa saja menjadi depresi. Untuk itu, sangat dibutuhkan dukungan dari keluarga, orang terdekat, dan orang sekitar.
Ciri Penyakit Psoriasis Berdasarkan Jenisnya
Psoriasis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh autoimun, atau kondisi sel kekebalan tubuh menyerang sel yang sehat. Secara umum, ditandai dengan munculnya bercak merah di kulit.
Ada beberapa jenis psoriasis yang dibagi berdasarkan bentuk ataupun luas sebarannya, seperti dipaparkan dr. Githa Rahmayunita, SpKK dalam acara peringatan Hari Psoriasis Sedunia di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).
1. Psoriasis vulgaris
Vulgaris merupakan tipe psoriasis berupa plak yang paling sering ditemui. Tanda-tandanya berupa bercak merah, bersisik kasar, bercak merah yang tebal, atau warna putih transparan. Ukuran bercak merah yang muncul bervariasi, mulai dari sebesar biji jagung hingga telapak tangan.
Lokasi psoriasis bisa di kulit kepala, siku, dan lutut dengan jumlah hanya satu atau bahkan tidak terhitung. Biasanya juga disertai rasa gatal yang ringan. "Bisa muncul di kepala dulu selama bertahun-tahun, kemudian muncul di daerah lain," kata Githa.
2. Psoriasis gutata
Psoriasis ini lebih sering menyerang anak-anak. Bentuknya seperti tetesan atau disebut guttate, berbentuk bulat atau lonjong, dan berdiameter 2-6 mm. Psoriasis ini bisa muncul di badan, lengan, dan kaki.
"Sering kali, namun tidak selalu, tipe ini dipicu infeksi bakteri streptococcus grup A," jelas Kepala Divisi Dermatologi Pediatrik Departemen Ilmu Kesehatan Kukit dan Kelamin RSCM/FKUI ini.
3. Psoriasis inversa
Psoriasis jenis ini memiliki ciri bercak merah yang munculnya di lipatan-lipatan kulit, seperti selangkangan, ketiak, dan leher. Selain bercak merah, bisa juga terlihat seperti berkilat, dan bersisik. Psoriasis tipe ini terkadang tak disadari karena secara fisik tidak terlalu terlihat.
4. Psoriasis pustulosa
Psoriasia ini berbentuk seperti jerawat atau berupa lenting yang berisi nanah. Ada dua tipe psoriasis pustulosa. Pada tipe lokalisata, lenting muncul di telapak tangan maupun kaki. Jenis ini tidak disertai demam atau mengigil.
Kedua, yaitu tipe generalisata. Tipe ini berupa bercak merah berisi nanah dan munculnya hampir di seluruh tubuh. "Juga ada rasa nyeri terbakar. Biasanya pasien perlu rawat inap," kata Githa.
5. Eritroderma psoriatika
Ini adalah jenis psoriasis yang paling berat. Muncul bercak kemerahan dan bersisik di seluruh tubuh. Pasien juga akan mengalami demam dan menggigil. Pasien psoriasis jenis ini biasanya membutuhkan perawatan inap di rumah sakit.
Kenali Faktor Risiko Munculnya Psoriasis
Penyakit kulit psoriasis hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya. Penyakit ini bersifat menahun ,sehingga akan diderita pasiennya seumur hidup karena belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya. Umumnya, psoriasis berupa bercak-bercak kemerahan dan bersisik di sejumlah bagian tubuh.
Kepala Divisi Dermatologi Pediatrik Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSCM/FKUI, dr. Githa Rahmayunita mengatakan, ada beberapa faktor risiko yang diduga memicu psoriasis. Pertama, yaitu faktor genetik. Sekitar 30 persen pasien memiliki riwayat keluarga yang terkena psoriasis.
Kemudian, faktor kekebalan tubuh. Psoriasis juga disebut penyakit autoimun, yaitu ketika terjadi stimulasi kekebalan tubuh pada kulit yang menyebabkan peradangan, lalu merangsang pembelahan sel kulit secara berlebihan.
"Normalnya, sel kulit membelah dari bawah ke atas dalam waktu 8 hari. Kalau psoriasis bisa 3 hari, sehingga sangat cepat. Dipicu oleh proses inflamasi," kata Githa dalam acara peringatan Hari Psoriasis Sedunia di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).
Selain itu, faktor lingkungan juga bisa memicu psoriasis, misalnya pasien mengalami infeksi bakteri streptococcus, cedera fisik, konsumsi obat-obatan, seperti klorokuin, dan stres. Faktor lingkungan ini bisa mencetuskan munculnya psoriasis.
Selain itu, ada pula yang mengatakan psoriasis dipicu oleh sindrom metabolik, seperti obesitas dan Kolesterol tinggi. Untuk itu, biasanya dokter kulit akan menanyakan riwayat penyakit pasien sebelum melakukan diagnosis dan pengobatan.
Githa mengungkapkan, sekitar 50 persen pasien psoriasis juga bisa mengalami remisi atau fase membaik dari penyakitnya. Misalnya, bercak-bercak merah di kulit menghilang, tetapi sebenarnya tidak hilang sepenuhnya. Setelah itu, psoriasis bisa kambuh kembali tanpa sebab yang jelas.
Ketua Psoriasis Nusantara, dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK menambahkan, untuk mencegah kekambuhan atau keparahan penyakit bisa dengan menghindari faktor pencetus psoriasis tadi. Dimulai dengan gaya hidup sehat dan menghindari stres. (Kompas)