WHO Peringatkan Serangan ke PLTN Bushehr
-
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO
Pars Today - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinan atas serangan berkelanjutan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr Iran, serta memperingatkan potensi terjadinya bencana nuklir.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip ISNA, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, menanggapi serangan kembali Washington dan Tel Aviv pada hari Sabtu (04/04/2026) terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di selatan Iran, dan memperingatkan konsekuensi dari tindakan berbahaya ini.
Ia menulis, “Saya bergabung dengan Badan Tenaga Atom (IAEA) dan sekali lagi membunyikan alarm mengenai keamanan fasilitas nuklir di Iran. Insiden terbaru terkait pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr membawa pengingat yang jelas: sebuah serangan dapat menyebabkan kecelakaan nuklir, dengan dampak kesehatan yang akan menghancurkan generasi-generasi.”
Menteri Lingkungan Hidup Shanghai Prihatin Serangan atas Institut Pasteur Iran
Di sisi lain, serangan terbaru Amerika-Zionis terhadap Institut Pasteur Iran menyebabkan kerusakan pada beberapa gedung serta kerusakan serius pada sejumlah unit dan laboratorium. Terkait hal ini, para menteri dan pejabat lingkungan hidup negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai dalam pertemuan ketujuh mereka di Kirgizstan mengecam serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap infrastruktur energi dan fasilitas produksi vaksin Iran. Mereka menyebut risiko biologis dan lingkungan dari serangan tersebut sebagai ancaman bagi seluruh kawasan Asia Barat.
Yury Valdés, Kepala Institut Vaksin Finlay Kuba, juga menulis di akun X-nya, “Lebih dari 100 tahun sejarah di Institut Pasteur Iran hancur dalam hitungan menit.”
Ia menyebut kejahatan ini sebagai tindakan yang lahir dari “kesombongan kekaisaran dan khayalan egois presiden pembunuh Amerika Serikat”.(sl)