Kunjungan PM Malaysia ke Indonesia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i59374-kunjungan_pm_malaysia_ke_indonesia
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad beserta istri, Siti Hasmah tiba di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (28/6/2018) pukul 18.00 WIB.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 29, 2018 10:33 Asia/Jakarta
  • Presiden RI Joko Widodo dan PM Malaysia Mahathir Mohammad
    Presiden RI Joko Widodo dan PM Malaysia Mahathir Mohammad

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad beserta istri, Siti Hasmah tiba di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (28/6/2018) pukul 18.00 WIB.

Menurut Kompas, Mahathir dan istri tiba menggunakan pesawat kepresidenan Malaysia berjenis Airbus 399 bernomor seri 9M-NAA yang dioperasikan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia. Mahathir disambut langsung Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara, Iriana. Keduanya menyambut di anak tangga terakhir pintu pesawat. Jokowi menyalami Mahathir dan istri, diikuti oleh Iriana.

Sambil berbincang-bincang, Jokowi dan Mahathir berjalan masuk ke Terminal VVIP Halim diikuti Ibu Negara Iriana yang berjalan bersama Siti. Mereka berjalan di atas karpet merah yang dipagari Pasukan Gordon berjumlah 20 orang.

 

Turut hadir dalam penyambutan itu, yakni Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana.

 

Presiden Jokowi memperkenalkan mereka satu per satu kepada PM Mahathir. Jokowi dan Mahathir kemudian melanjutkan perbincangan di Ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma. Hingga pukul 18.31 WIB, keduanya masih melangsungkan perbincangan secara tertutup.

 

Seorang presiden menjemput langsung tamu negaranya di bandar udara itu merupakan di luar tradisi protokoler kepresidenan. Sebelumnya, Presiden Jokowi juga melakukan hal yang sama, yakni ketika kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis. Artinya, Presiden Jokowi sudah dua kali menjemput tamu negara di luar tradisi keprotokoleran.

 


Jumpa Pers Bersama

 

Pernyataan pers bersama Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad di Ruang Teratai, Istana Presiden Bogor, Jumat (29/6/2018), jauh dari kesan formal.

 

Canda dan tawa hadir di sela-selanya. Presiden Jokowi dan PM Mahathir berdiri di tengah Ruang Teratai. Masing-masing menempati sebuah podium satu tiang dengan rupa yang sama. Kesempatan berbicara pertama diberikan kepada Presiden Jokowi. Ia menyampaikan, kunjungan PM Mahathir kali ini adalah sebuah kehormatan bagi Indonesia.

 

 "Indonesia merupakan negara pertama di Asean yang dikunjungi Bapak Tun Mahathir setelah beliau memangku jabatan sebagai Perdana Menteri kali ini," ujar Jokowi.

 

Jokowi kemudian menceritakan kunjungannya ke Malaysia, 2015 lalu. Saat itu Mahathir bukan sebagai Perdana Menteri Malaysia.

 

"Saya diajak Bapak Tun Mahathir untuk test drive mobil Proton dan itu disetiri sendiri oleh Bapak Tun Mahathir dengan kecepatan 180 kilometer per jam," ujar Jokowi. "Tapi saya tidak takut, saya tidak khawatir, karena driver-nya adalah Bapak Tun Mahathir. Kalau misal driver-nya bukan beliau, saya kira saya takut," lanjut dia.

 

Sontak, para delegasi menteri kedua negara yang hadir tertawa mendengarnya. Bahkan ada pula yang bertepuk tangan. Mahathir yang mendapatkan kesempatan berbicara kemudian juga menceritakan hal yang sama.

 

Ia menambahkan, jalur yang dilalui saat itu bukanlah jalur yang rata. Tapi ada ruas yang sedikit miring sehingga orang yang duduk di dalam mobil itu pun semestinya tidak merasa nyaman.

 

"Jadi kadang-kadang di kereta (baca: mobil) duduk macam itu (miring). Tapi Bapak Presiden Jokowi tidak komplain apa-apa," ujar dia yang juga disambut tawa masing-masing delegasi.

 

Mahathir juga mengungkapkan Indonesia dan Malaysia sebenarnya memiliki hubungan kekeluargaan yang erat. Oleh sebab itu, tidak heran ia memilih Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi setelah terpilihnya sebagai Perdana Menteri.

 

Ia sempat berkelakar soal kedekatan hubungan Indonesia dan Malaysia itu. "Bahkan, ramainya daripada penduduk di Malaysia asalnya datang daripada Indonesia. Termasuk itu bapak mertua saya," ujar Mahathir yang kembali disambut tawa.

 

Shalat Jumat

 

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad melaksanakan ibadah shalat berjamaah di Masjid Baitussalam, Kompleks Istana Presiden Bogor, Jawa Barat.

 

Seusai memberikan pernyataan pers bersama di Ruang Teratai, gedung utama, Jokowi serta Mahathir menuju ke masjid yang berjarak kurang lebih 100 meter. Keduanya menaiki golf car. Keduanya melepaskan alas kaki kemudian berjalan menempati shaf terdepan

Kotbah disampaikan oleh pimpinan Majelis Dzikir Alkahfi Karadenan Bogor Dadan Sayaifulloh. Tema kotbah kali ini adalah bagaimana pertanggungjawaban manusia di akherat terhadap apa yang telah dilaksanakan di dunia. Dadan juga didapuk sebagai imam shalat. Sejumlah menteri Kabinet Kerja turut berada dalam shaf shalat Jumat tersebut, antara lain Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri.

Usai menunaikan shalat Jumat, Jokowi dan Mahathir menuju kembali ke gedung utama untuk jamuan makan siang. Berdasarkan jadwal resmi, jamuan makan siang tersebut merupakan bagian terakhir dari serangkaian kunjungan kenegaraan Mahathir ke Indonesia. Setelah jamuan makan siang, Mahathir yang datang bersama sang istri Siti Hasmah Mohd Ali bertolak melanjutkan aktivitasnya.

 

 

Titip Perlindungan TKI di Malaysia

 

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad beserta masing-masing delegasi berbincang banyak hal saat bertemu di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Jumat Salah satunya, Presiden Jokowi menitipkan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Negeri Jiran tersebut.

 

"Saya menitipkan dalam hal perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia," ujar Jokowi dalam pernyataan persnya di Ruang Teratai, Istana Presiden Bogor, Jumat siang.

 

Presiden Jokowi juga berharap pemerintah Malaysia memberikan perhatian di sektor pendidikan bagi anak-anak WNI yang berada di sana.

 

"Juga pembangunan sekolah-sekolah bagi anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia," lanjut dia.

 

Kedua, Jokowi dan Mahathir juga membicarakan good governance, pemberantasan korupsi, peningkatan konektivitas dua negara, dan persoalan perbatasan.

 

Jokowi mengatakan, ia dan Mahathir sudah berkomitmen bekerja sama untuk hal-hal tersebut. Topik-topik tersebut, lanjut Jokowi, akan dibahas pada tingkat menteri waktu mendatang.

 

"Khusus soal perbatasan, kita juga berbicara untuk bekerja sama di sehingga keuntungan didapatkan oleh Malaysia maupun Indonesia," ujar Jokowi.

 

Terakhir, Jokowi serta Mahathir juga membahas mengenai Laut China Selatan. Keduanya bersepakat mendorong penyelesaian sengketa di Laut China Selatan melalui dialog yang berbasis pada hukum internasional.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang dikunjungi PM Mahathir Mohamad.

 

“Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang dikunjungi oleh beliau. Bapak Presiden nanti akan menjemput di Bandara Halim,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis seperti dilansir Republika.

 

Kunjungan Mahathir ke Indonesia ini merupakan yang pertama kalinya sebagai perdana menteri. Menurut Retno, dalam kunjungan ini, keduanya membahas upaya penguatan hubungan kerjasama Indonesia-Malaysia di berbagai bidang.

 

Dia menuturkan, meskipun kunjungan perkenalan, tetapi beliau berdua akan membahas mengenai perkuatan hubungan kedua negara baik dari sisi ekonomi, maupun sosial budaya serta tenaga kerja. Menurut Retno, nilai investasi Malaysia di Indonesia tercatat cukup tinggi. Begitu pula hubungan erat sosial budaya serta banyaknya warga negara Indonesia yang berada di Malaysia. (Kompas)