15 Khordad: Sistem Pertahanan Udara Andalan Iran, Bisa Bidik Siluman
-
Sistem pertahanan udara 15 Khordad
Pars Today - Meningkatnya variasi ancaman udara, mulai dari pesawat tempur, helikopter, drone, hingga rudal jelajah dan balistik, semakin memperkuat kebutuhan akan sistem pertahanan udara modern.
Sejauh ini, berbagai sistem rudal dengan kemampuan berbeda telah dikembangkan dan dioperasionalkan di Iran. Salah satu yang memiliki kapabilitas signifikan adalah sistem pertahanan udara 15 Khordad.
Peresmian
Sistem ini diresmikan pada 9 Juni 2019 (19 Khordad 1398 HS) dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Brigadir Jenderal Amir Hatami, Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata saat itu, serta Brigadir Jenderal Alireza Sabahi-Fard, Komandan Pertahanan Udara Artesh Iran (tentara reguler) yang juga menjabat saat itu. Sejak itu, sistem 15 Khordad telah terintegrasi ke dalam jaringan pertahanan udara nasional Iran.
Sistem ini dirancang dan dibangun dalam kerangka proyek yang didedikasikan untuk "Syuhada Subashi". Untuk pertama kalinya, 15 Khordad diuji dalam kondisi pertempuran nyata pada tahap akhir latihan gabungan pertahanan udara "Pembela Langit Velayat 98", di mana sistem ini berhasil beroperasi melawan target-target musuh di zona latihan.
Gambaran Umum
Sistem pertahanan udara 15 Khordad dikembangkan oleh Organisasi Industri Dirgantara di bawah Kementerian Pertahanan Iran. Sistem ini merupakan versi modernisasi dari sistem rudal Talash.
Pengembangan 15 Khordad menunjukkan bahwa para perancang pertahanan udara Iran berfokus pada ancaman di jarak dan ketinggian menengah, kategori yang mencakup pesawat tempur dan jet pengebom lawan. Sebagian besar sistem pertahanan udara berbasis darat di dunia saat ini memang berkonsentrasi pada cakupan tersebut.
Sistem 15 Khordad mampu melibatkan target udara dengan daya serang tinggi secara efektif, seperti:
- Pesawat pengintai
- Pengebom
- Jet tempur taktis, termasuk varian siluman
- Berbagai jenis drone
- Rudal jelajah
Kapabilitas Tembakan dan Jangkauan
Sistem ini meningkatkan daya tembak pertahanan udara Iran untuk menghadapi serangan udara dalam skala besar. 15 Khordad dilengkapi dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang memungkinkan pelibatan beberapa target secara simultan, serta platform peluncuran independen. Rudal yang digunakan adalah Sayyad-2 dan Sayyad-3.
Salah satu fitur terpenting dari sistem ini adalah sifatnya yang taktis dan mobilitas tinggi. 15 Khordad mampu mendeteksi dan melacak target hanya dengan satu radar, menjadikannya sistem dengan komponen paling minimal dibandingkan sistem sejenis.
Keunggulan: Dua Rudal dalam Satu Peluncur
Sistem 15 Khordad mampu mengangkut dan menembakkan dua jenis rudal dengan jangkauan berbeda dari satu platform peluncur yang sama:
- Sayyad-2: jangkauan 75 km
- Sayyad-3: jangkauan 120 km
Kemampuan ini tidak hanya meningkatkan fleksibilitas taktis, tetapi juga menghemat biaya operasional.
Perbandingan dengan sistem asing:
- Sistem 15 Khordad melampaui jangkauan Buk-M3 Rusia (70 km)
- Juga melampaui Patriot PAC-1 Amerika (70 km)
Fitur Utama
Parameter Kemampuan
Deteksi & pelacakan 6 target secara simultan
Pelibatan 6 target sekaligus (tembak dan hancurkan)
Kesiapan tempur Kurang dari 5 menit
Deteksi target siluman Hingga 85 km
Penghancuran target siluman Hingga 45 km
Jangkauan deteksi umum Hingga 150 km (tempur, drone)
Jangkauan intercept (Sayyad-3) 120 km
Ketinggian intercept 27 km
Rudal Sayyad-3
Sayyad-3 adalah anggota terbaru dari keluarga rudal Sayyad, yang memiliki kemampuan signifikan dalam melibas target udara. Platform yang digunakan untuk rudal ini adalah desain berbasis rudal Standard-1. Secara tampilan, badan dan sirip ekornya mirip dengan keluarga Standard, sementara sirip belakangnya mirip dengan keluarga Patriot.
Rudal ini menggunakan sistem bimbingan:
- Pencari infra merah (IIR)
- Radar semi-aktif
- Radar aktif
Peluncur dan Radar
Salah satu peningkatan utama pada sistem 15 Khordad dibandingkan sistem sebelumnya adalah jumlah rudal per kendaraan peluncur. Sebelumnya, setiap peluncur Sayyad hanya membawa 2 rudal. Pada sistem 15 Khordad, jumlah ini meningkat menjadi 4 rudal per peluncur, melipatgandakan daya tembak per unit.
Radar yang digunakan adalah versi canggih dari radar Najm-802 , yang disebut Najm-804. Radar ini dirancang dan diproduksi oleh Industri Elektronik Iran dan diresmikan pada tahun 2019. Penggunaan radar AESA (Najm-804) secara signifikan meningkatkan kinerja dan ketahanan sistem terhadap peperangan elektronik musuh.
Antena radar yang datar dapat dilipat secara horizontal di belakang truk pengangkut di atas ruang kru saat dalam perjalanan. Radar serta pusat komando dan kendali ditempatkan dalam satu kendaraan pengangkut. Karena peluncur rudal juga dipasang pada kendaraan mereka sendiri, sistem 15 Khordad secara keseluruhan memiliki mobilitas sangat tinggi.(sl)