Tahun 2030, Indonesia Targetkan Akhiri HIV/AIDS
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i87835-tahun_2030_indonesia_targetkan_akhiri_hiv_aids
Hari HIV/AIDS Sedunia diperingati hari Senin (01/12/2020), namun penularan penyakit ini masih dinilai sangat awam oleh banyak orang.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 02, 2020 07:11 Asia/Jakarta
  • Hari AIDS Sedunia
    Hari AIDS Sedunia

Hari HIV/AIDS Sedunia diperingati hari Senin (01/12/2020), namun penularan penyakit ini masih dinilai sangat awam oleh banyak orang.

Karena seringkali penularan penyakit dari Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) masih dianggap kebanyakan orang sangat mudah, yakni dengan sentuhan. Padahal, penularan virus dari penyakit tersebut tidak demikian.

Hari HIV/AIDS Sedunia

Penularan HIV bisa terjadi melalui beragam cara, salah satunya melalui hubungan seksual. Namun, kini seiring dengan kemajuan teknologi medis, potensi penularan itu dapat dicegah, bahkan diminimalisir.

Obat PrEP HIV

Salah satu obat HIV/AIDS dengan penggunaan obat Pre-exposure prophylaxis (PrEP HIV), yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi HIV dengan minum pil setiap hari.

Prof Zubairi menegaskan kedua obat tersebut harus diminum jangka panjang dan setiap hari. Sebab, perlindungan obat ini pada orang dengan negatif HIV baru akan muncul dalam beberapa minggu, sekitar 3-4 minggu.

Sesuai dengan kegunaannya, PrEP HIV hanya digunakan pada orang tanpa HIV, yang berisiko tinggi terinfeksi HIV yang berpotensi terjadi saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, baik homoseksual, heteroseksual, maupun pengguna narkotika.

Kondisi di Masa Pandemi COVID-19

Meskipun pandemi Covid-19 masih belum usai kejadiannya, tetapi isu HIV/AIDS tidak boleh dilupakan terutama dalam mengatasinya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi MEpid.

"Di tengah kondisi pandemi saat ini, isu HIV/AIDS tidak boleh luput dari perhatian kita," kata Nadia dalam diskusi daring bertajuk Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas Antar Pemangku Kepentingan untuk Menuju 10 Tahun Akhiri AIDS di 2030, Senin (30/11/2020). Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid, Rabu (02/12/2020).

Sebab, perhatian terhadap isu kejadian HIV/AIDS ini telah diatur sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidan Kesehatan yang telah mengutamakan peningkatan promotif dan pencegahan preventif dari HIV/AIDS.

Lantas, bagaimana keadaan angka kasus HIV/AIDS di tengah pandemi Covid-19 saat  ini?

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang perkembangan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) pada triwulan II tahun 2020 hingga Juni 2020, menunjukan bahwa estimasi jumlah Orang dengan HIV/AIDS ( ODHA) telah mencapai 543.100 orang.

Dengan rincian, 398.784 orang telah ditemukan dan hanya 205.945 ODHA yang baru memulai konsumsi obat antiretroviral (anti-retroviral agent/ARV).

Untuk diketahui, obat ARV ini adalah obat yang diberikan sebagai upaya pengobatan guna perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV.