NU dan Muhammadiyah Dukung Pemerintah Indonesia Sukseskan Vaksinasi Covid-19
-
Vaksin Covid-19, ilustrasi
Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap warganya.
Situs katadata hari Kamis (7/1/2021) melaporkan, Ketua PBNU Marsudi Syuhud mengatakan masyarakat harus mematuhi arahan pemerintah mengenai penanganan pandemi, termasuk program vaksinasi Covid-19.
Marsudi menilai vaksin merupakan sesuatu yang baik untuk masyarakat.
Menurutnya, ada dua faktor utama yang menjadi alasan masyarakat supaya tidak mengkhawatir masalah vaksinasi Covid-19.
Pertama, vaksin bertujuan untuk menjaga keselamatan diri.
“Vaksin antara lain tujuan nya untuk itu, menjaga jiwa. Agar jiwanya itu selamat, itu menjadi tujuan syariah,” ujar Marsudi dilansir katadata hari Kamis (7/1/2021).
Selain itu, vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada masyarakat sudah dipersiapkan dan dikaji dengan baik oleh pihak terkait, Seperti BPOM untuk keamanan dan keampuhan vaksin, serta MUI untuk mengkaji kehalalannya.
Pandangan senada dikemukakan PP Muhamadiyah. Majelis Pembina Kesehatan Umum Muhammadiyah Agus Samsudin mengingatkan agar vaksin yang diberikan ke masyarakat harus terjamin keamanan dan efektivitasnya. Agus menegaskan bahwa vaksin Covid-19 harus mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan MUI.
"Kami minta MUI memastikan kehalalan dari vaksin itu. Kalau dua hal itu terpenuhi, kami dari Muhammadiyah siap mendukung,” ujar Agus kepada Katadata pada Kamis (7/1).
Dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini menunda muktamar tahun 2020 demi mencegah penyebaran Covid-19.
Keputusan Konbes NU tahun lalu memutuskan penundaan kegiatan Muktamar ke-34 NU pada Oktober 2021 yang seharusnya dilakukan Oktober 2020.
Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 yang awalnya akan digelar pada 1-5 Juli 2020 lalu di Solo ditunda untuk mencegah menyebaran pandemi virus Corona.(PH)