Iran Aktualita, 2 Juli 2021
https://parstoday.ir/id/news/iran-i100340-iran_aktualita_2_juli_2021
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pertemuan Rahbar dengan ketua dan pejabat Mahkamah Agung Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 01, 2021 23:28 Asia/Jakarta
  • Iran Aktualita, 2 Juli 2021

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pertemuan Rahbar dengan ketua dan pejabat Mahkamah Agung Iran.

Selain itu, Rahbar menunjuk ketua baru Mahkamah Agung Iran, Presiden Iran menganggap sanksi AS sebagai terorisme ekonomi, vaksin Covid-19 kedua Iran kantongi izin produksi, Iran distribusikan 10 juta dosis vaksin Corona ke seluruh provinsi, pecatur Iran memasuki babak final kejuaraan catur tunarungu dunia, dan AL Iran menggelar manuver keamanan di Laut Kaspia.

 

Ayatullah Khamenei

 

Rahbar: Rakyat Iran Patahkan Konspirasi Musuh !

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Meskipun rakyat Iran sedang menghadapi pandemi Covid-19 dan kesulitan ekonomi, tapi berhasil hadir sebagai pemenang utama pemilu, dan mematahkan konspirasi musuh,".

Ayatullah Khamenei dalam  pertemuan dengan ketua dan pejabat Mahkamah Agung Iran hari Senin (28/6/2021) mengungkapkan, "Kegiatan ribuan sarana propaganda termasuk media Amerika, Inggris dan beberapa media reaksioner, serta pengerahan sejumlah elemen pengkhianat di Iran sendiri untuk mencegah orang-orang berpartisipasi dalam pemilu jarang terjadi sebelumnya,".

Rahbar mengingatkan masalah virus Corona dan dampaknya sekitar 10 persen terhadap partisipasi rakyat dalam pemilu berdasarkan perhitungan para ahli.

"Terlepas dari semua masalah ini, orang-orang tetap berbari secara antusias sejak awal dibukanya waktu untuk memberikan suara, yang menunjukkan epik hebat dan menakjubkan. Semua ini menjadi pukulan telak bagi para penentang dan pihak yang memboikot pemilu," ujar Ayatullah Khamenei.

Beliau memandang beberapa peristiwa selama pemilihan sebagai pengalaman dan pelajaran penting, dan menjelaskan,"Ada berbagai selera dan kecenderungan dalam debat. Pada saat yang sama semua kandidat terhormat meyakini bahwa masalah ekonomi negara dapat diselesaikan dan tidak ada jalan buntu,".

Menyinggung kampanye pemilu di Amerika Serikat dan sikap tidak etis antarsesama kandidat, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menambahkan, "Amerika bukanlah panutan yang baik, jadi dalam masalah politik, kita harus berbicara dengan etika moral dan agama, serta tanpa penghinaan dan fitnah, juga bukan dengan kata-kata kotor. Orang Amerika dan Trump menggunakannya,".

"Pemilu Amerika dipermalukan di mata seluruh dunia. Sekarang, setelah beberapa bulan, orang-orang yang dipermalukan sama berbicara menentang pemilihan Iran, sementara mereka tidak boleh mengatakan sepatah kata pun tentang aibnya sendiri," papar Ayatullah Khamenei.

 

 

Rahbar Tunjuk Ketua Baru Mahkamah Agung Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengangkat Hujjatul Islam Gholam-Hossein Mohseni-Ejei sebagai Ketua baru Mahkamah Agung Iran pada Kamis 30 Juni 2021.

Atas keputusan ini, Hujjatul Islam Mohseni-Ejei akan menggantikan Ebrahim Raisi yang memenangkan pemilu presiden 18 Juni dan sekarang berstatus presiden terpilih Iran.

Dalam dekritnya, Rahbar meminta Hujjatul Islam Mohseni-Ejei untuk memperluas penggunaan teknologi baru di lembaga peradilan, menempatkan orang-orang yang mau bekerja keras dan dapat dipercaya, melanjutkan perjuangan serius melawan korupsi, dan membangun hubungan langsung dengan masyarakat.

Ayatullah Khamenei juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Raisi atas jasa-jasanya selama memimpin Mahkamah Agung Iran.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani

 

Iran Anggap Sanksi AS sebagai Terorisme Ekonomi

Pemerintah Iran menganggap keputusan Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir JCPOA dan penerapan sanksi kejam sebagai terorisme ekonomi.

Presiden Hassan Rouhani pada pembukaan rapat kabinet di Tehran, Rabu 30 Juni 2021, mengatakan rakyat Iran menghadapi terorisme ekonomi AS dalam tiga tahun terakhir.

"Apa yang dilakukan oleh mantan presiden AS terhadap Iran adalah lebih buruk dari perang. Ini terorisme ekonomi terhadap pasien dan bahkan lansia," tambahnya.

Mengenai rencana pemerintah baru AS untuk bergabung kembali dengan JCPOA, Rouhani menandaskan rakyat Iran berharap pekerjaan ini akan dilakukan lebih cepat.

Ia menuturkan sudah jelas bagi masyarakat dunia bahwa Iran tidak pernah mencari senjata pemusnah massal, kimia, biologi, dan nuklir. JCPOA merupakan dokumen yang membuktikan bahwa Iran tidak mencari senjata nuklir, tapi mengejar kegiatan nuklir untuk tujuan damai.

Pada kesempatan itu, Rouhani juga menyinggung pemboman kimia yang dilakukan militer rezim Saddam terhadap warga kota Sardasht di barat laut Iran pada 28 Juni 1987.

"Militer Baath Irak menggunakan berbagai jenis senjata kimia dalam serangan ke Iran dan total ada 9.000 korban luka kimia di Iran," ungkapnya.

Rouhani meminta lembaga-lembaga politik dan hukum Iran untuk mengerahkan semua upaya mereka untuk mengajukan tuntutan di lembaga-lembaga internasional.

 

Menkes Iran, Saeed Namaki

 

Vaksin Covid-19 Kedua Iran Kantongi Izin Produksi

Menteri Kesehatan dan Pendidikan Medis Iran, Seed Namaki mengumumkan penerbitan izin produksi untuk vaksin Corona lokal kedua.

Saeed Namaki  hari Selasa (29/6/2021) mengeluarkan penerbitan lisensi darurat untuk vaksin buatan Institut Pasteur Iran.

"Vaksin ini telah diuji secara klinis pada fase ketiga dari uji klinis terhadap 44.000 orang di Kuba dan 25.000 di Iran," ujar menkes Iran.

"Para pakar di pusat obat dan makanan telah menyetujui vaksin Iran ini, dan dengan persetujuan tersebut, vaksin Iran kedua akan ditambahkan ke jumlah total vaksin yang diproduksi di dalam negeri," tegasnya.

Vaksin Pastococcus diproduksi atas kerja sama Institut Pasteur Iran dengan mitranya dari Kuba.

Iran Distribusikan 10 Juta Dosis Vaksin Corona ke Seluruh Provinsi

Deputi Menteri Kesehatan Iran mengabarkan distribusi 10 juta dosis vaksin Corona setiap bulan ke seluruh provinsi negara ini.

Dr. Alireza Raeisi, Selasa (29/6/2021) mengatakan, mulai bulan Shahrivar 1400 Hijriah Syamsiah (September 2021), Iran akan mulai mendistribusikan minimal 10 juta dosis beragam jenis vaksin Corona per bulan ke seluruh provinsi.

Ia menambahkan, vaksinasi untuk mengendalikan penyebaran wabah virus Corona, dan memutus rantai penyebaran wabah, dan rantai kematian akibat COVID-19, sangat penting untuk dilakukan.

 

 

Pecatur Iran Masuki Babak Final Kejuaraan Catur Tunarungu Dunia

Atlet Iran mencapai babak final pada kejuaraan catur tunarungu dunia.

Turnamen Catur Tunarungu Dunia diikuti atlet dari 30 negara untuk kategori putra dan putri yang diadakan secara online sejak 3 Mei 2021.

Pada even yang diselenggarakan oleh World Federation of Deaf ini, atlet tunarungu Iran mengirimkan 4 wakilnya berpartisipasi dalam turnamen bergensi tersebut.

Armin Rahmatpour, atlet Iran berhasil mencapai semifinal setelah mengalahkan lawan-lawannya, dan di etape ini, ia berhasil mengalahkan atlet asal Kolombia hingga mencapai babak final.

Atlet Iran lainnya, Pouria Jamali, akan berlaga di semifinal kompetisi ini setelah mengalahkan lawan-lawannya.

Sementara itu, dua atlet lainnya, Atefeh Zande Bodi dan Reza Garmsiri kalah dari lawannya.

 

 

AL Iran Gelar Manuver Keamanan di Laut Kaspia

Angkatan laut Iran menggelar manuver militer di laut Kaspia dengan tujuan untuk mengirimkan pesan perdamaian dan persahabatan.

Manuver militer yang dimulai hari ini (Rabu,30/6/2021) diikuti oleh semua jenis unit permukaan dan penerbangan angkatan laut, termasuk peluncur rudal, jet tempur, helikopter, drone dan sistem peperangan elektronik.

Latihan angkatan laut ini akan dilakukan di area seluas kurang lebih 77.000 kilometer persegi di Laut Kaspia.

Pada latihan perang ini akan dijalankan skenario ofensif dan defensif untuk melindungi perairan Iran, sekaligus memelihara jalur transportasi strategis itu.

Unit anti udara angkatan bersenjata Iran juga memberikan dukungan pengamanan bagi penyelenggaraan manuver militer ini.(PH)