Menteri Zionis ini Hina Kanselir Jerman
-
Bezalel Smotrich-Friedrich Merz
Pars Today – Menteri Keuangan rezim Zionis Israel menuntut permintaan maaf ribuan kali kanselir Jerman, dan mengatakan bahwa ia harus merasa malu.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Tasnim, Bezalel Smotrich, menteri keuangan Israel saat merespon penentangan Kanselir Jerman, Friedrich Merz atas pendudukan Tepi Barat, menuntut permintaan maaf Merz atas nama Jerman, dan menulis, ia harus merasa malu.
Merz sebelumnya dalam pesannya di jejaring sosial X menulis: "Saya sangat khwatir dengan perkembangan di bumi Palestina. Dalam kontak telepon dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saya tekankan bahwa aneksasi praktis Tepi Barat tidak boleh terjadi."
Sebaliknya, Smotrich menulis: “Di ambang Hari Peringatan Holocaust, Kanselir Jerman harus menundukkan kepalanya, meminta maaf seribu kali atas nama Jerman, merasa malu, dan tidak berani berkhotbah kepada kami tentang cara kami memperlakukan para nazi dari generasi kami yang telah membunuh, memperkosa, dan menyembelih wanita, orang tua, dan anak-anak.”
Ia menambahkan: "Kami menolak instruksi para pemimpin penjilat di Eropa; Eropa kembali kehilangan kemampuannya membedakan kabaikan dan kejahatan."
Penghinaan dari Menteri Keuangan rezim Zionis terjadi di saat Jerman dikenal sebagai negara yang tidak pernah bersedia mengutuk kejahatan rezim ini, dan dalam beberapa kasus bahkan memberikan dukungan lebih besar daripada Amerika Serikat di antara negara-negara Eropa.
Perlu dicatat bahwa setelah Perang Dunia II, Jerman dipaksa dalam Perjanjian Luxembourg yang dipaksakan untuk membayar kompensasi kepada rezim Israel sebesar 3 miliar Mark Jerman (sekitar 714 juta dolar AS pada tahun 1952), yang merupakan jumlah yang sangat besar. Selain itu, sekitar 450 juta Mark dibayarkan kepada lembaga-lembaga Yahudi untuk mengkompensasi korban selamat dari peristiwa Holocaust yang diklaim tersebut; kompensasi ini memainkan peran signifikan dalam membangun ekonomi rezim Israel pada tahun-tahun awal pembentukannya.
Jerman sampai hari ini juga terpaksa membayar miliara euro dan ganti rugi kepada korban selamat Holocaust yang diklaim tersebut, dan dukungan terhadap rezim penjajah di antara para elit politik Jerman menjadi sebuah prinsip yang tidak dapat diingkari; lebih di antara negara-negara lain di Eropa. (MF)