Analis Irak: Iran dalam Kesiapan Puncak, Siapkan Lebih 97 Target
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189552-analis_irak_iran_dalam_kesiapan_puncak_siapkan_lebih_97_target
Pars Today - Seorang analis Irak, merujuk pada rapuhnya gencatan senjata antara AS dan rezim Zionis dengan Iran, menyatakan bahwa jika perang dilanjutkan, Tehran telah mengumumkan kesiapannya untuk memberikan respons yang menghancurkan.
(last modified 2026-05-06T16:43:18+00:00 )
May 06, 2026 17:30 Asia/Jakarta
  • Rudal Iran
    Rudal Iran

Pars Today - Seorang analis Irak, merujuk pada rapuhnya gencatan senjata antara AS dan rezim Zionis dengan Iran, menyatakan bahwa jika perang dilanjutkan, Tehran telah mengumumkan kesiapannya untuk memberikan respons yang menghancurkan.

Dilansir Pars Today, 6 Mei 2026, Mohammed Ali Al-Hakim, analis politik Irak, merujuk pada agresi militer rezim Zionis terhadap Iran, mengatakan bahwa rezim Zionis tidak menginginkan gencatan senjata atau penghentian serangan militer, karena gencatan senjata dan kesepakatan berarti Israel akan menjadi pecundang terbesar dan Netanyahu akan berada di balik jeruji besi.

Analis Irak itu, merujuk pada penguatan pertahanan Iran, menyatakan bahwa jika perang dilanjutkan, kehancuran bagi Israel akan berlipat ganda dibandingkan yang diderita dalam perang sebelumnya. Iran akan menggunakan rudal-rudal yang lebih menyakitkan dan mematikan. Tidak menutup kemungkinan Iran akan menggunakan rudal strategis yang tidak digunakannya dalam perang 40 hari.

Al-Hakim menjelaskan bahwa dalam potensi konflik, Iran telah menetapkan bank target dengan lebih dari 97 sasaran. Ia menegaskan, "Jika Israel melewati garis merah, pembangkit listrik tenaga nuklir Dimona akan menjadi target serangan rudal Iran."

Sembari dunia menatap rapuhnya gencatan senjata, seorang analis Irak mengingatkan bahwa Iran telah mencapai puncak kesiapannya. Peringatannya jelas: jika Zionis berani melangkah lagi, Iran tidak akan ragu menggunakan rudal-rudal yang sebelumnya tidak dipamerkan, hingga menargetkan instalasi nuklir Dimona. Dengan bank target lebih dari 97 titik, ini bukan sekadar ancaman, ini panggung baru eskalasi yang bisa meledak kapan saja.(Sail)