Araghchi: Iran Pasca-Perang Berbeda, Kemitraan dengan Tiongkok Akan Naik Level
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189558-araghchi_iran_pasca_perang_berbeda_kemitraan_dengan_tiongkok_akan_naik_level
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa mitra-mitra Tiongkok meyakini Iran pasca-perang telah membuktikan kemampuan dan kewibawaannya dan bahwa Iran kini berbeda dari sebelum perang.
(last modified 2026-05-06T16:40:56+00:00 )
May 06, 2026 20:39 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
    Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran

Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa mitra-mitra Tiongkok meyakini Iran pasca-perang telah membuktikan kemampuan dan kewibawaannya dan bahwa Iran kini berbeda dari sebelum perang.

Dilansir Pars Today, 6 Mei 2026, Sayid Abbas Araghchi yang berkunjung ke Beijing untuk bertemu dengan mitranya dari Tiongkok, setelah pertemuan tersebut menyatakan bahwa periode baru kerja sama Iran dengan negara-negara lain sedang terbentang di depan. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan negara-negara sahabat seperti Tiongkok yang merupakan mitra strategis dan akan mengambil bentuk baru yang lebih maju.

Menlu Iran menyebut kunjungan ke Tiongkok ini sebagai kelanjutan dari kunjungannya ke Rusia. Ia mengatakan, "Dalam kunjungan ini, kami membahas semua masalah terkait perang, cara mengakhirinya, proses negosiasi yang sedang berlangsung, aktivitas nuklir damai Iran, isu sanksi, dan semua masalah bilateral."

Araghchi menyebut masalah Selat Hormuz dan isu-isu terkait, termasuk perlunya menghormati hak-hak Republik Islam Iran, sebagai salah satu pembahasan serius dengan mitranya dari Tiongkok.

Menlu Iran, dengan menekankan bahwa ada pandangan bersama dan konsultasi erat antara Iran dan Tiongkok dalam banyak masalah regional dan internasional, menyatakan, "Dalam pertemuan ini, kami sepakat untuk tidak hanya melanjutkan konsultasi ini, tetapi juga mencapai tingkat kerja sama yang baru."

Araghchi tidak hanya membawa pesan diplomatik ke Beijing, ia menegaskan bahwa Iran telah berubah secara fundamental setelah perang. Keyakinan Tiongkok bahwa Iran kini "berbeda" adalah pengakuan diam-diam bahwa Tehran telah lolos dari ujian militer terbesarnya dengan kepala tegak. Kini, saatnya memanen hasil diplomatik: kemitraan yang lebih dalam dengan Tiongkok, koordinasi lebih erat dengan Rusia, dan tatanan Hormuz yang baru. Dunia bisa mengeluh, tetapi Iran dan sekutunya bergerak maju.(Sail)