Haaretz: Perang Lebanon Sia-sia, Tentara Mati Tanpa Tujuan Jelas
-
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump
Pars Today – Media-media rezim Zionis mengakui bahwa Donald Trump dan Benjamin Netanyahu gagal mencapai tujuan mereka dalam perang baru-baru ini.
Dilansir IRNA, 29 Mei 2026, surat kabar Zionis Maariv, dalam sebuah laporan, menyatakan bahwa Iran tidak kalah dalam perang dan Hizbullah tidak runtuh. "Perang ini memiliki satu pihak pemenang, dan jelas pihak itu bukan Amerika Serikat atau Israel," tulisnya.
Israel Hayom melaporkan bahwa para pejabat tinggi di badan keamanan mengakui kegagalan di Iran dan kekalahan di Lebanon.
Laporan itu menambahkan bahwa Israel berada dalam posisi defensif di Lebanon, dan bahwa pernyataan Netanyahu tentang perlawanan terhadap pesawat tak berawak Hizbullah telah menjadi seperti lelucon.
Haaretz menyebut perang di Lebanon sebagai "perang yang sia-sia dan tidak berguna". Tentara Zionis, katanya, terbunuh dengan mudah dan tanpa alasan di Lebanon. Laporan itu menyarankan untuk menarik pasukan dari "rawa Lebanon."
Memulai kembali perang di Gaza, menurut laporan itu, juga merupakan berita buruk. Apa yang tidak dicapai dalam perang tidak akan pernah tercapai melalui kehancuran dan pembantaian lebih lanjut.
Laporan itu menyimpulkan bahwa Trump adalah satu-satunya orang yang dapat menekan Netanyahu untuk menghentikan perang di Lebanon, tetapi kurangnya strategi dan visi yang jelas di Tel Aviv dan Washington membuat penghentian perang dengan Hizbullah menjadi tidak mungkin.
Bahkan media Israel sendiri kini mengakui apa yang telah lama diketahui dunia: perang ini adalah kegagalan total. Tidak ada kemenangan, hanya kuburan di Lebanon dan Gaza, serta kebuntuan di Iran. Kini, tekanan beralih ke Trump dan Netanyahu, dua arsitek perang, yang sama-sama tidak memiliki jalan keluar.
Mereka memulai perang dengan mimpi mengubah Timur Tengah. Mereka mengakhirinya dengan mimpi buruk yang nyata. Sekarang, media mereka sendiri mengakui yang tak terhindarkan: Iran tidak kalah, Hizbullah tidak runtuh, dan para tentara yang mati di Lebanon adalah korban dari ambisi yang tidak jelas. Yang tersisa dari 'kemenangan besar' hanyalah tumpukan puing dan deretan peti mati.(Sail)