Dari Keunggulan Digital ke Senapan Burung: Hizbullah Ubah Aturan Main
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189510-dari_keunggulan_digital_ke_senapan_burung_hizbullah_ubah_aturan_main
Pars Today - Sementara tentara Israel selama bertahun-tahun mengklaim keunggulan dalam perang elektronik dan sistem pertahanan udara, operasi-operasi Hizbullah yang terus menerus di Lebanon selatan kini telah menggugat klaim tersebut, dan mengungkap kelemahan struktural tentara Zionis dalam menghadapi drone bersenjata.
(last modified 2026-05-06T05:58:49+00:00 )
May 06, 2026 12:53 Asia/Jakarta
  • Drone
    Drone

Pars Today - Sementara tentara Israel selama bertahun-tahun mengklaim keunggulan dalam perang elektronik dan sistem pertahanan udara, operasi-operasi Hizbullah yang terus menerus di Lebanon selatan kini telah menggugat klaim tersebut, dan mengungkap kelemahan struktural tentara Zionis dalam menghadapi drone bersenjata.

Menurut laporan IRNA, 5 Mei 2026, Media-media Ibrani melaporkan bahwa Tel Aviv sangat terkejut oleh generasi baru drone Hizbullah sehingga, alih-alih mengandalkan sistem miliaran dolar, mereka justru beralih ke senapan burung (senapan berburu).

Jaringan berita i24NEWS (Channel 15) Israel melaporkan bahwa tentara rezim Zionis akan segera membagikan "senapan berburu burung khusus" kepada pasukan mereka di perbatasan Lebanon untuk melawan drone bunuh diri Hizbullah. Senapan tersebut telah dibeli dan sedang dalam uji coba lapangan.

Tentara Zionis mengklaim metode ini "dapat mengurangi kemungkinan hantaman drone hingga 80 persen", sebuah klaim yang justru disambut dengan cemoohan oleh pengguna media sosial berbahasa Ibrani.

Sementara itu, sumber-sumber keamanan Israel mengakui bahwa drone bermuatan bahan peledak milik Hizbullah adalah "kejutan besar" dan tentara Israel "sama sekali tidak siap menghadapi ancaman ini".

Drone-drone ini dikendalikan melalui kabel serat optik, sehingga sistem perang elektronik Israel tidak mampu mengganggu sinyal mereka. Para pakar Ibrani menyatakan bahwa hal ini "telah membuat seluruh doktrin perang elektronik Israel menjadi tidak berguna".

Media-media Israel juga melaporkan bahwa Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir telah meluncurkan generasi baru drone bunuh diri dengan daya hancur dan akurasi yang jauh lebih tinggi dibanding drone murah pada fase-fase sebelumnya. Drone ini beroperasi hampir tanpa memerlukan pantulan radar, dan karena dikendalikan dengan kabel, kemungkinan untuk dicegat sangat terbatas.

Surat kabar Haaretz juga menerbitkan sebuah karikatur yang menggambarkan kebingungan tentara Israel dalam menghadapi ancaman ini. Dalam gambar tersebut, para komandan tentara Zionis duduk tak berdaya di ruang operasi, satu-satunya pertanyaan yang muncul, "Tak ada yang punya solusi?"

Karikatur ini dengan cepat menyebar di media sosial berbahasa Ibrani dan menjadi simbol ketidakmampuan struktural pertahanan Zionis dalam menghadapi Hizbullah.

Ironi pahit bagi rezim Zionis: Setelah puluhan tahun membanggakan "Iron Dome" dan kecanggihan perang elektronik, kini mereka terpaksa mengandalkan senapan burung untuk menembak jatuh drone Hizbullah. Serat optik telah membuat sistem radar dan jamming mereka buta total. Karikatur Haaretz merangkum segalanya: ruang operasi penuh pangkat tinggi, tetapi tidak ada yang bisa berkata apa-apa. Pertahanan udara tercanggih di dunia pun tidak berarti apa-apa ketika drone musuh terbang rendah, diam, dan hanya bisa dihadapi dengan cara yang paling primitif.(Sail)