Raisi: Resolusi Anti Iran di IAEA Picu Krisis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i125860-raisi_resolusi_anti_iran_di_iaea_picu_krisis
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi menilai resolusi anti-Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai tindakan pemicu krisis yang bertujuan untuk menciptakan tekanan terhadap rakyat Iran.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 24, 2022 10:03 Asia/Jakarta
  • Raisi: Resolusi Anti Iran di IAEA Picu Krisis

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi menilai resolusi anti-Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai tindakan pemicu krisis yang bertujuan untuk menciptakan tekanan terhadap rakyat Iran.

Sayid Ebrahim Raisi, Presiden Republik Islam Iran dalam percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Sabtu (23/7/2022)  mengecam tindakan dan posisi non-konstruktif Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terhadap Iran.

Raisi mengatakan, "Resolusi anti- Iran di Badan Energi Atom Internasional menyebabkan pukulan terhadap kepercayaan politik,".

"Republik Islam Iran memandang pencapaian kesepakatan tergantung pada resolusi penuh masalah keamanan dan penyediaan jaminan yang diperlukan, termasuk kepatuhan sah yang berkelanjutan dari para pihak terhadap perjanjian dan ketentuan yang mempertimbangkan kepentingan ekonomi rakyat Iran," ujar Presiden Iran.

Presiden Republik Islam Iran juga menunjukkan pertumbuhan signifikan kerja sama politik dan ekonomi Iran dengan berbagai negara di dunia, dan menganggap sanksi AS terhadap Iran merugikan perekonomian global, terutama Eropa.

Di bagian lain, Raisi menegaskan bahwa Republik Islam Iran siap berperan dalam mengakhiri konflik di Ukraina dalam menyelesaikan masalah melalui dialog politik.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan pentingnya peran Republik Islam Iran dalam mencapai hasil proses politik di kawasan.

"Pemerintah Prancis mendukung posisi Iran menentang operasi militer beberapa negara di kawasan terhadap Suriah," papar Macron.

Presiden Prancis juga menekankan kelanjutan peran negaranya dalam mencapai kesepakatan final dari negosiasi nuklir JCPOA.(PH)