Kanani: Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan !
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa para pejabat Amerika tahu bahwa Iran tidak mau bernegosiasi dan membuat konsesi di bawah tekanan maupun ancaman.
Nasser Kanani, Jubir Kemenlu Iran dalam konferensi pers mingguan hari Senin (5/12/2022) menyinggung perbedaan posisi Amerika terhadap Iran dengan mengatakan, "Prioritas Amerika saat ini bukanlah negosiasi, karena berfokus pada masalah lain,".
"Ada kontradiksi perilaku dan verbal dalam posisi anggota barat di JCPOA dan karakteristik pemerintah Amerika, terutama duplikasi dalam praktik dan kurangnya komitmen praktis terhadap kewajibannya di JCPOA dari pihak pemerintah AS yang menciptakan proses yang tidak tepat dalam perjanjian internasional ini, dan mencegah Republik Islam Iran mendapatkan keuntungan ekonomi dari JCPOA, dan membuat gangguan bagi solusi internasional multilateral untuk menyelesaikan masalah internasional yang kompleks," ujar Kanani.
"Ini adalah hasil dari kinerja buruk pemerintah Amerika yang harus bertanggung jawab atas perilaku dan tindakan mereka selama ini," tegasnya.
Jubir kemenlu Iran menekankan bahwa Republik Islam berkomitmen pada JCPOA, memenuhi kewajibannya, tapi pemerintah Amerika berada dalam posisi salah dan melanggar JCPOA.
"Iran hingga kini masih berkomitmen untuk mengikuti proses negosiasi," pungkasnya.(PH)