Raisi Tekankan Penguatan Kerja Sama Iran dan Irak
Presiden Republik Islam Iran menekankan perlunya memperkuat kerja sama antara Teheran dan Bagdad, terutama di bidang energi, industri, perdagangan, keuangan, dan perbankan.
Di antara negara-negara Arab di Asia Barat, Irak memiliki kedekatan budaya dan agama paling banyak dengan Iran.
Kedua negara memiliki perbatasan terpanjang di antara tetangga sekitar 1258 km perbatasan darat, dan 351 km perbatasan air, juga memiliki ikatan ras, sejarah, bahasa dan kesamaan agama. Selain itu, Iran dan Irak memiliki ancaman keamanan serta kepentingan ekonomi bersama.
Perluasan hubungan Iran dan Irak dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi agenda otoritas kedua negara.
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Irak, Mohammad Shia al-Sudani pada Rabu (8/3/2023) malam mengatakan bahwa hubungan antara kedua negara terjalin erat dan historis, yang berakar pada budaya, dan keyakinan yang mendalam.
Meninjau status terkini kerja sama ekonomi kedua negara, terutama kesepakatan konstruktif yang dibuat selama kunjungan Perdana Menteri Irak ke Tehran baru-baru ini, Raisi menekankan perlunya penguatan kerja sama, terutama di bidang energi, industri, perdagangan, keuangan dan perbankan.
Perdana Menteri Irak Mohammad Shia al-Sudani dalam percakapan telepon ini menjelaskan bahwa pemerintah dan rakyat Irak selalu menghargai dukungan dan bantuan saudara-saudara di Iran, terutama di masa-masa sulit.(PH)