Produksi Minyak Negara Teluk Persia Turun 14,5 Juta Barel per Hari
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188916-produksi_minyak_negara_teluk_persia_turun_14_5_juta_barel_per_hari
Pars Today - Kantor berita AS Bloomberg melaporkan penurunan produksi minyak negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia sebesar 14,5 juta barel per hari selama perang terhadap Iran.
(last modified 2026-04-25T05:55:00+00:00 )
Apr 25, 2026 12:52 Asia/Jakarta
  • Produksi minyak
    Produksi minyak

Pars Today - Kantor berita AS Bloomberg melaporkan penurunan produksi minyak negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia sebesar 14,5 juta barel per hari selama perang terhadap Iran.

Melaporkan dari Pars Today, Sabtu, 25 April 2026, Bloomberg mengutip analis Goldman Sachs yang menyatakan total produksi minyak di kawasan tersebut turun 57 persen dibandingkan periode sebelum perang dimulai.

Para pakar meyakini kembalinya produksi ke tingkat sebelum perang kemungkinan akan memakan waktu beberapa bulan. Skenario ini bergantung pada pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan aman tanpa serangan baru.

Blokade AS Tembus? Iran Berhasil Jual Minyak

Menyusul serangan AS-Zionis terhadap Iran dan partisipasi negara-negara Arab melalui izin penggunaan wilayah mereka untuk operasi militer, Iran menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal tanker dan kapal besar. Sejak saat itu, pelayaran hanya dimungkinkan dengan izin khusus dari Iran.

Pemerintah AS berupaya mempertahankan blokade laut untuk mencegah penutupan selat yang berkepanjangan. Meskipun demikian, Iran dilaporkan berhasil menjual sejumlah besar minyaknya di pasar global, menerobos apa yang disebut "blokade" Trump.

Berdasarkan laporan, sedikitnya 34 kapal tanker yang terkait dengan Iran telah berhasil melewati blokade AS, termasuk beberapa yang membawa minyak mentah Iran.

Pada awal April, tiga kapal supertanker milik Iran yang sarat muatan diketahui telah melintasi Selat Hormuz, menjadi kapal pertama yang berhasil sejak blokade AS mulai berlaku pada 13 April. Secara keseluruhan, diperkirakan Iran telah mengekspor sekitar 13,7 hingga 16,5 juta barel minyak mentah sejak perang meletus pada 28 Februari.

Blokade AS terhadap Iran tidak sepenuhnya berhasil. Minyak Iran tetap mengalir, dengan mematikan transponder (sistem identifikasi kapal), transfer antarkapal di laut lepas, dan memanfaatkan pembeli di Tiongkok yang terus mengambil minyak Iran meskipun ada sanksi.(sl)