Produksi Pertanian Iran Meningkat 5 Kali Lipat Sejak Revolusi Islam
-
Gholamreza Golmohammadi, kepala TAT Iran
Pars Today - Organisasi Riset, Pendidikan, dan Penyuluhan Pertanian Iran (TAT) mengumumkan bahwa produksi pertanian negara tersebut meningkat lima kali lipat sejak awal Revolusi Islam.
Melaporkan dari Pars Today, Sabtu, 25 April 2026, Gholamreza Golmohammadi, kepala TAT, dalam pertemuan di kantor gubernur Mazandaran, Iran utara, menyatakan bahwa peningkatan produksi lima kali lipat di semua sektor pertanian sejak revolusi adalah hasil dari penelitian terarah, pelatihan efektif, dan upaya berkelanjutan dari staf TAT.
TAT memiliki sebagian besar sumber daya genetik dan benih tanaman negara, memainkan peran penting dalam memastikan ketahanan pangan dan pengembangan berbasis pengetahuan di sektor ini.
85 Persen Sumber Daya Genetik Iran di Bawah Kelola TAT
Golmohammadi menambahkan bahwa 85 persen sumber daya genetik Iran dan lebih dari 98 persen inti benih primer tanaman dikelola oleh organisasi ini.
Meskipun ada tantangan perubahan iklim, Iran tidak menghadapi kekurangan dalam produksi pertanian, tegasnya.
Tambahan Data
Berdasarkan data dari Bank Dunia, luas panen sereal di Iran pada 2022 mencapai sekitar 7,4 juta hektar, meningkat dari 7,2 juta hektar pada 2021. Sementara itu, produksi padi (gabah) yang merupakan komoditas utama pertanian Iran, mencapai sekitar 2,5 juta ton pada 2021, naik dari 1,8 juta ton pada tahun sebelumnya.
Secara historis, produksi sereal Iran menunjukkan tren fluktuatif tetapi cenderung meningkat. Pada 2021, produksi sereal mencapai 21,7 juta ton, dengan konsumsi internal diperkirakan mencapai 23 juta ton. Program penguatan ketahanan pangan dan swasembada beras menjadi fokus utama pemerintah Iran.
Lima kali lipat dalam 47 tahun? Itu bukan kebetulan. Iran telah mengubah pertaniannya dari yang mungkin bergantung pada impor menjadi hampir mandiri, dengan mengandalkan penelitian lokal, sumber daya genetik yang dilindungi, dan program pendidikan yang berkelanjutan.
Ketahanan pangan bukan hanya tentang produksi. Ini tentang politik kemandirian. Di tengah sanksi ekonomi dan tekanan global, Iran tidak ingin rakyatnya kelaparan hanya karena kapal tidak bisa berlabuh. Kontrol atas 85 persen sumber daya genetik adalah pernyataan: "Kami bisa memberi makan diri kami sendiri."(sl)