Baghaei: Penyitaan Kapal Tanker Minyak Iran adalah Pembajakan Laut
-
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi pengakuan pejabat peradilan AS tentang perintah penyitaan kapal-kapal pengangkut minyak Iran.
Melaporkan dari Pars Today, Selasa, 28 April 2026, Esmaeil Baghaei menulis di media sosial bahwa perintah penyitaan dan perampasan kapal tanker minyak Iran tidak lain adalah melegalkan pembajakan laut dan perampokan bersenjata secara resmi di perairan internasional.
"Ini berarti kembali ke era kekuasaan bajak laut di lautan! Bedanya, sekarang mereka beroperasi dengan perintah pemerintah, di bawah bendera resmi, dan menyebut perampokan mereka sebagai 'penegakan hukum'," tegas Baghaei.
Jubir Kemenlu Iran menegaskan bahwa AS harus sepenuhnya bertanggung jawab atas perilaku tidak tahu malu dan pelanggaran hukum yang nyata ini.
"Perilaku ini merupakan pukulan telak terhadap hukum internasional dan perdagangan bebas, serta mengancam fondasi dasar keamanan maritim," pungkasnya.
Di abad ke-21, di mana hukum internasional seharusnya menjadi rujukan, AS justru kembali ke cara-cara abad ke-17: bajak laut dengan seragam resmi.
Bedanya, dulu bajak laut menyembunyikan bendera. Kini, mereka mengibarkannya dengan bangga, dan menyebut rampasan sebagai "penegakan hukum."
Iran tidak akan tinggal diam. Kapal-kapalnya mungkin dicegat, tetapi pesannya jelas: dunia sedang menyaksikan. Dan ketika AS sendiri yang menghancurkan tatanan yang mereka bangun, negara-negara lain akan mulai mencari sistem baru yang lebih adil.(sl)