NYT: Trump Presiden Terburuk dalam Sejarah AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i189072-nyt_trump_presiden_terburuk_dalam_sejarah_as
Pars Today - Harian AS New York Times menyebut Donald Trump sebagai presiden terburuk dalam sejarah Amerika Serikat.
(last modified 2026-04-28T06:27:21+00:00 )
Apr 28, 2026 13:26 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Harian AS New York Times menyebut Donald Trump sebagai presiden terburuk dalam sejarah Amerika Serikat.

Melaporkan dari Pars Today, Selasa, 28 April 2026, NYT dalam laporan analitisnya merujuk pada kerusakan luas dan belum pernah terjadi sebelumnya yang ditimbulkan Trump terhadap institusi publik dan swasta, tradisi demokrasi, sistem peradilan, universitas di dalam AS, serta hubungan negara itu dengan sekutu-sekutunya di seluruh dunia.

"Dialah presiden terburuk dalam sejarah AS," tulis NYT.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Trump, dengan memangkas anggaran National Institutes of Health (NIH), telah membatalkan uji klinis yang mengakibatkan kematian dini banyak pasien kanker.

Trump Terjebak di Rawa Iran

NYT juga menulis bahwa Trump kini berada dalam posisi terjepit: ke mana pun ia melangkah, baik eskalasi perang melawan Iran maupun mundur, biayanya sama-sama mahal. Krisis ini telah menjadi jalan buntu berbahaya yang tidak mudah untuk keluar.

"Mengawali perang melawan Iran dengan janji-janji palsu Benjamin Netanyahu, kenyataannya tidak berjalan seperti yang dijanjikan. Semua mimpi itu kandas oleh perlawanan Iran yang luar biasa. Kini, setelah hampir dua bulan, Trump meronta-ronta untuk keluar dari rawa ini," tulis NYT.

Media sekelas New York Times, yang tidak pernah dikenal pro-Iran, sampai pada kesimpulan: Trump bukan sekadar presiden kontroversial, tetapi yang terburuk.

Bukan hanya karena kebijakan luar negerinya yang kacau, memulai perang tanpa strategi keluar, tetapi juga karena kebijakan dalam negerinya yang membunuh pasien kanker secara diam-diam, melalui pemotongan anggaran riset medis.

"Terjebak di rawa Iran" menjadi ironi. Karena Trump dulu berjanji akan mengeluarkan AS dari "perang tanpa akhir" di Timur Tengah. Kini, ia justru menciptakan rawa baru, dan tenggelam di dalamnya bersama para prajuritnya.(sl)