Araghchi: Dalam Negosiasi, Kami Harus Memperjuangkan Hak Rakyat Iran
-
Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa ia mengunjungi Rusia untuk melanjutkan konsultasi erat Tehran-Moskow mengenai isu regional dan internasional serta meningkatkan hubungan bilateral dengan bertemu pejabat senior Rusia.
Menteri Luar Negeri Iran tiba di Saint Petersburg, Senin dinihari, untuk bertemu dan berdialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Melaporkan dari IRNA, ParsToday pada Senin, 27 April 2026, Abbas Araghchi mengatakan di Bandara Internasional Pulkovo bahwa pertemuan hari ini akan menjadi kesempatan baik untuk membahas perkembangan perang dan meninjau situasi terakhir. Ia yakin konsultasi dan koordinasi antara kedua negara akan sangat penting.
Negosiasi Islamabadd Terhambat karena Tuntutan Berlebihan AS
Menjawab pertanyaan tentang tujuan dan hasil kunjungannya ke Islamabad dan Oman dalam tiga hari terakhir, Araghchi mengatakan bahwa karena Pakistan berpartisipasi dalam mediasi penting negosiasi Iran-AS, perlu meninjau situasi terakhir dengan pejabat negara itu.
Ia menambahkan bahwa negosiasi sebelumnya, meskipun mencapai kemajuan, gagal mencapai tujuannya karena pendekatan AS, tuntutan berlebihan, dan kebijakan keliru mereka. Karena itu, konsultasi dengan teman-teman di Pakistan diperlukan untuk meninjau situasi terakhir.
Mengenai Rusia, Araghchi menyebut kunjungannya sebagai kelanjutan konsultasi rutin. Ia juga menekankan pentingnya memenuhi hak-hak rakyat Iran setelah 40 hari perlawanan.
Konsultasi Iran-Oman Soal Hormuz Berlanjut
Mengenai Oman, Araghchi menyebut Iran dan Oman sebagai dua negara pantai Selat Hormuz. Konsultasi antara para ahli kedua negara terus berlanjut karena navigasi yang aman di selat tersebut telah menjadi isu global yang krusial.
Araghchi terbang ke Rusia, tetapi pesannya tetap satu: hak-hak rakyat Iran tidak bisa ditawar. Gencatan senjata tidak cukup jika tidak diikuti dengan pengakuan atas hak-hak tersebut.
Dia menyebut negosiasi sebelumnya gagal karena "tuntutan berlebihan" AS. Ini adalah kode bahwa Iran tidak akan menerima kesepakatan yang hanya menguntungkan satu pihak. Mediasi Pakistan dan Oman penting, tapi pada akhirnya Washington-lah yang harus mengubah pendekatan.
Kunjungan ke Moskow bukan sekadar silaturahmi. Di tengah kebuntuan dengan AS, Iran memastikan bahwa sekutu tradisionalnya (Rusia) tetap dalam loop. Pesan halus untuk Washington: Iran tidak sendirian.(sl)