Ghalibaf Rincikan Potensi Kartu yang Masih Tersimpan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189026-ghalibaf_rincikan_potensi_kartu_yang_masih_tersimpan
Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran menguraikan kartu-kartu yang dimiliki Iran dalam menghadapi AS, dan menjelaskan mana yang masih belum dimainkan.
(last modified 2026-04-27T08:06:08+00:00 )
Apr 27, 2026 15:04 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran
    Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran

Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran menguraikan kartu-kartu yang dimiliki Iran dalam menghadapi AS, dan menjelaskan mana yang masih belum dimainkan.

Melaporkan dari Pars Today, Senin, 27 April 2026, Mohammad Bagher Ghalibaf mempublikasikan sebuah analisis di akun X-nya tentang "permainan ekonomi" antara Iran dan AS.

Kartu-Kartu Iran yang Masih Utuh

Merujuk pada klaim Washington yang menyebut mereka memegang "kartu truf", Ghalibaf membandingkan posisi kedua belah pihak.

Dari sisi penawaran (Iran):

Kartu  Selat Hormuz, boleh dikata sebagian sudah dimainkan.

Kartu Selat Bab Al-Mandab, masih belum Masih belum dimainkan.

Kartu jalur pipa minyak, Masih belum dimainkan.

Dari sisi permintaan (AS):

Kartu injeksi cadangan minyak strategis untuk stabilisasi pasar, sudah dimainkan.

Kartu manajemen konsumsi dan penurunan permintaan minyak, sebagian sudah dimainkan.

Sekarang, mereka hanya menunggu secara pasif dengan harga yang sudah tinggi

"Tambahkan Liburan Musim Panas ke dalam Daftar"

Sebagai sindiran, Ketua Parlemen menulis, "Tambahkan juga peningkatan permintaan energi untuk liburan musim panas di AS ke dalam daftar ini, kecuali mereka mau membatalkan liburan musim panas di Amerika!"

Ghalibaf tidak sedang "mengancam", ia sedang menghitung. Washington mungkin mengira telah menggunakan semua kartunya, tetapi Iran masih menyimpan beberapa di lengan baju. Selat Bab al-Mandab adalah salah satu yang paling berharga, belum tersentuh.

"Belum dimainkan" bukan berarti tidak akan dimainkan. Ini adalah peringatan diplomatik sekaligus tantangan ekonomi: jika AS terus menekan, Iran dapat mengganggu aliran minyak tidak hanya dari Teluk Persia, tetapi juga dari Laut Merah.(sl)