Sasan Afkhami, Simbol Persatuan Sunni-Syiah Melawan Musuh AS-Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189038-sasan_afkhami_simbol_persatuan_sunni_syiah_melawan_musuh_as_zionis
Pars Today - Kapal perusak Dena membawa 136 pelaut muda Iran berlayar ke perairan internasional atas undangan India untuk berpartisipasi dalam latihan damai Milan 2026. Namun, dalam perjalanan pulang, Angkatan Laut AS menyerang mereka. Perairan Samudra Hindia menjadi saksi syahidnya 104 pelaut pemberani Iran, sementara jenazah 20 awak Dena masuk dalam daftar "hilang selamanya".
(last modified 2026-04-27T09:28:01+00:00 )
Apr 27, 2026 16:26 Asia/Jakarta
  • Sasan Afkhmi, salah satu syuhada kapal perang Dena Iran
    Sasan Afkhmi, salah satu syuhada kapal perang Dena Iran

Pars Today - Kapal perusak Dena membawa 136 pelaut muda Iran berlayar ke perairan internasional atas undangan India untuk berpartisipasi dalam latihan damai Milan 2026. Namun, dalam perjalanan pulang, Angkatan Laut AS menyerang mereka. Perairan Samudra Hindia menjadi saksi syahidnya 104 pelaut pemberani Iran, sementara jenazah 20 awak Dena masuk dalam daftar "hilang selamanya".

"Dia Menunggu Sasan Muncul dari Air"

Sasan Afkhmi berasal dari Kurdistan, Iran barat. Ia termasuk salah satu syuhada kapal Dena. Lautan bahkan tidak mengembalikan sepotong tubuh jangkungnya kepada keluarga. Sasan adalah seorang Kurdi dan Muslim Sunni, simbol persatuan antara Sunni dan Syiah melawan musuh AS-Zionis. Ia mempersembahkan nyawanya untuk menjaga kehormatan Iran.

Samann, saudara Sasan, berkata, "Saya tidak pernah menyangka bahwa menunggu Sasan, sang pelaut Dena, keluar dari air akan selama ini. Wajahnya tak kunjung muncul."

Ia melanjutkan, "Sasan adalah kakak tertuaku, ia sering menggodaku. Rumah kami di Bandar Abbas berada tepat di seberang pantai. Saat kami pergi ke laut bersama, ia menyelam dan bertahan lama di bawah air. Jika ia tidak muncul dalam 10 detik, aku panik dan meneriakinya agar segera muncul. Sekarang pun aku masih belum percaya bahwa ia telah pergi. Aku masih menunggu wajahnya yang basah dan tersenyum muncul kembali dari air lautan."

"Rojaan" dan "Zankoo" Tak Pernah Lahir

Ayah Sasan menceritakan, "Saat Sasan lahir di sebuah rumah sakit di Tehran, kami sangat bahagia. Kami menggelar pesta besar dan mengundang seluruh keluarga..."

Ketika Sasan keluar dari jurusan teknik elektro dan bergabung dengan angkatan laut, ibunda tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari pelukan laut akan menjadi makam abadi bagi putranya yang tegap dan rupawan.

"Ingin rasanya aku melihatnya menikah. Dia ingin istrinya menjadi seorang guru. Dia telah memilih nama anak-anaknya, dua nama Kurdi: Rojaan dan Zankoo..." Namun, mereka tak pernah dilahirkan ke dunia.

Di balik data kering angka 104 syuhada, ada nyawa. Ada Sasan yang tak pernah kembali, ada saudara yang masih menunggu di tepi pantai, ada orang tua yang kehilangan anak, dan ada dua nama bayi yang tak akan pernah terdengar di ruang keluarga.

Amerika mungkin memiliki kapal induk dan rudal, tetapi mereka tidak bisa membungkam cerita. Dan cerita Sasan Afkhami, seorang Sunni dari Kurdistan yang mati membela Iran, adalah senjata yang tidak bisa dihancurkan oleh bom apa pun. Ia adalah bukti bahwa di negara ini, perbedaan mazhab tidak berarti perpecahan. Di hadapan agresor asing, semuanya adalah Iran.(sl)