Inilah Reaksi Iran terhadap Kudeta di Turki
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran mengatakan, posisi resmi Iran adalah mengecam langkah para pengkudeta di Turki dan mendukung tuntutan rakyat negara ini.
Ali Shamkhani mengungkapkan hal itu di akhir pertemuan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada Sabtu (16/7/2016) seperti dilansir IRNA.
Dalam pertemuan hari ini, imbuh Shamkhani, selain mengevaluasi transformasi terbaru di Turki dan menegaskan posisi resmi Iran dalam mengecam tindakan para pengkudeta, juga ditegaskan dukungan Republik Islam kepada tuntutan dan keinginan rakyat Turki.
Shamkhani lebih lanjut mengecam segala bentuk tindakan militer untuk memaksakan keinginan politik. Menurutnya, segala bentuk kudeta bertentangan dengan tuntutan rakyat yang sebenarnya.
Ia menandaskan, apa yang mengakhiri perkembangan terbaru Turki adalah keinginan dan partisipasi rakyat serta kewaspadan partai-partai politik, di mana partisipasi mereka telah menggagalkan kudeta.
Di bagian lain pernyataannya, Shamkhani menyinggung keamanan di perbatasan Iran dengan Turki. Ia mengatakan, perbatasan di barat laut Iran dalam kondisi aman dan pasukan Angkatan Darat dan Angkatan Udara negara ini siap untuk memberikan keamanan, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Keamanan, stabilitas dan ketenangan di Republik Islam Iran berkat darah para syuhada dan khususnya berkat petunjuk Pemimpin Besar Revolusi Islam dan kewaspadaan pusat-pusat serta lembaga keamanan dan pertahanan," pungkas Shamkhani ketika menyinggung instabilitas di kawasan.
Kudeta militer di Turki pada Sabtu dini hari dimulai dengan masuknya tank-tank para pengkudeta ke jalan kota-kota negara ini khususnya di Ankara dan Istanbul.
Selain itu, para pengkudeta juga menggunakan helikopter dan pesawat untuk melancarkan aksinya.
Di beberapa lokasi dilaporkan terjadi bentrokan dan hingga sekarang telah menelan korban tewas sedikitnya 90 orang dan melukai 1.154 lainnya. (RA)