Iran-Indonesia Bahas Hubungan Perbankan Kedua Negara
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran untuk Urusan Asia Pasifik bertemu dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk membicarakan cara-cara perluasan kerjasama perbankan antara kedua negara di periode pasca sanksi.
Ebrahim Rahimpour bertemu dengan Ronald Waas di Jakarta ibukota Republik Indonesia, Kamis (28/7/2016). Mereka menekankan pentingnya dialog antara para pejabat perbankan Iran dan Indonesia untuk memperjelas hubungan perbankan dan memfasilitasi urusan finansial kedua negara. Demikian dilansir IRNA.
Pada Rabu, Rahimpour juga menghadiri pertemuan Komisi Konsultasi Bilateral yang dihadiri oleh Desra Percaya, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri RI.
Dalam pertemuan tersebut dibahas fasilitasi hubungan perbankan antara Iran dan Indonesia dan cara-cara untuk menghapus persoalan finansial.
Ali Tayibnia, Menteri Urusan Ekonomi dan Keuangan Iran berkunjung ke Indonesia pada pertengahan bulan Mei dan mengabarkan minat dua bank swasta di negaranya untuk berinvestasi di Indonesia dan mendirikan bank baru di negara ini atau membeli saham sebuah bank Indonesia.
Nilai hubungan ekonomi antara Iran dan Indonesia pada tahun 2011 mencapai lebih dari dua miliar dolar, namun angka ini menurun menyusul pemberlakuan sanksi terhadap Iran.
Para pejabat tinggi Iran dan Indonesia meyakini bahwa pasca pencabutan sanksi, level hubungan ekonomi Tehran-Jakarta dapat ditingkatkan dan bahkan dengan mudah akan melampaui angka dua miliar dolar. (RA)