Mar 03, 2024 15:11 Asia/Jakarta
  • Iran Memasuki Kutub Selatan

Kunjungan Wakil Perdana Menteri Rusia ke Tehran dan konsultasi dengan para pejabat Iran menunjukkan bahwa kedua negara telah memulai kerja sama yang signifikan di bidang masuknya Iran ke Kutub Selatan.

Rohullah Modaber, Pakar Masalah Rusia hari Sabtu (2/3/2024) menyatakan bahwa Iran akan memasuki Antartika, dan mengingat pusat terbesar di Antartika adalah milik Rusia, maka Moskow dan Tehran mendorong kerja sama yang signifikan di bidang ini.

"Pihak Barat mengkhawatirkan semakin berkembangnya kerja sama strategis antara Tehran dan Moskow. Mereka tahu bahwa isu ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan kedua belah pihak dan meningkatkan pencegahan Iran. Salah satu aspek terpenting dari masalah ini adalah ketidakefektifan sanksi," ujar Modaber.

 

Image Caption

 

Pakar masalah Rusia ini mengungkapkan bahwa kehadiran Iran di Antartika membutuhkan investasi besar. Oleh karena itu, dengan kerja sama Tehran dan Moskow, Iran dapat memanfaatkan fasilitas Rusia di Antartika untuk memajukan aktivitasnya pada langkah pertama.

"Kehadiran di kawasan ini mempunyai dimensi yang berbeda-beda, dan dengan kehadirannya di Kutub Selatan, Iran termasuk di antara kekuatan utama dunia dalam hal ini," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa di luar kerja sama pertahanan, hubungan transit kedua belah pihak adalah bagian terpenting di antaranya Koridor Utara-Selatan.

"Kerja sama transit antara Iran dan Rusia, selain memiliki kepentingan geopolitik, juga membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak dan mengarah pada penguatan kerja sama regional," papar pakar Rusia ini

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengunjungi Tehran pada 28 Februari dan bertemu serta berbicara dengan para pejabat Iran.(PH)

Tags