Kasus AMIA, Israel Tuduh Iran, Setelah 11 Tahun Terbukti Laporan Palsu
Apr 13, 2024 16:52 Asia/Jakarta
Tanggal 18 Juli 1994, gedung besar di Buenos Aires, ibu kota Argentina, yang merupakan milik orang-orang Yahudi, negara itu menjadi target operasi peledakan yang menewaskan 85 orang, dan melukai lebih dari 300 lainnya.
Meski telah berlalu 30 tahun, namun berkat upaya Israel, kasus AMIA, kembali dibuka, dan banyak kesaksian dibuat untuk melawan Iran, tapi dalam bentuknya yang paling jelas, terbukti fiktif dan bohong.
Sampai di sini kita mengetahui bahwa upaya Israel, untuk menyalahkan Republik Islam Iran, dan anasir-anasirnya di Argentina, dalam kasus peledakan AMIA, tidak pernah berhenti.
Segera setelah ledakan di gedung Asosiasi Argentina-Israel, AMIA, dan gedung Delegasi Asosiasi Argentina-Israel, DAIA, para pejabat Tel Aviv, langsung menuduh Iran, bertanggung jawab, kemudian berusaha menggelar berbagai demonstrasi di depan Kedutaan Besar Iran, mempengaruhi atmosfir media dunia dengan propagandanya.
Hakim Zionis
Kasus peledakan gedung AMIA ditangani oleh hakim federal Argentina, bernama Juan Jose Galeano, tapi kinerja hakim ini sedemikian buruknya sehingga akhirnya ia dipecat. Galeano terbukti membuat laporan palsu terkait Republik Islam Iran, memberikan suap kepada orang yang disebut sebagai saksi mata kejadian, dan langkah lain.
Juan Jose Galeano, dituduh terlibat dalam 11 kasus laporan palsu, dan pada tanggal 3 Agustus 2005, ia dicopot dari jabatannya oleh Dewan Tinggi Kehakiman Argentina, dan kasus yang ditanganinya diambil alih.
Pencopotan hakim federal Juan Jose Galeano, dengan jelas menggambarkan kebohongan seluruh tuduhan yang dilemparkannya selama 11 tahun kepada Republik Islam Iran, dan warganya terkait kasus peledakan gedung AMIA.
Akan tetapi semua orang tahu bahwa Gaelano, tidak lebih dari kepanjangan tangan lobi Israel, di sistem peradilan Argentina, terkait kasus peledakan gedng AMIA, dan oleh karena itu meski Gaelano, dipecat, namun tuduhan-tuduhan terhadap Iran, terus berlanjut.
Juan Jose Gaelano, dalam sejumlah proses penyelidikan, memaksa beberapa orang yang merahasiakan identitasnya, untuk bersaksi mendukung tuduhan keterlibatan Iran, dalam kasus peledakan AMIA. Di antara orang itu adalah salah satu pengacara kasus AMIA, dan beberapa warga Iran, anti-Revolusi Islam.
Juan Jose Gaelano, juga menjebloskan empat perwira Argentina, yang tak bersalah ke penjara antara 8-10 tahun, terkait kasus AMIA, memberikan suap senilai 400.000 dolar ke seorang penadah mobil curian melalui dinas intelijen Argentina, supaya memberi kesaksian palsu di pengadilan bahwa dirinya menyerahkan mobil ke Hizbullah Lebanon, dari pihak Iran, untuk mengebom AMIA.
Hakim federal Argentina, ini pada tahun 2003, mengeluarkan surat penangkapan internasional atas delapan diplomat Iran, termasuk Hadi Soleimanipour, Duta Besar Iran, untuk Argentian, kala itu, sehingga menyebabkan ditangkapnya Soleimanipour di Inggris, pada 23 Juli 2003.
Akan tetapi karena bukti-bukti yang ditunjukkan Juan Jose Galeano, tidak diterima oleh lembaga peradilan Inggris, waktu itu, maka ia dibebaskan bersyarat pada 12 September 2003, dan akhirnya pada 23 Oktober 2003, pengadilan Inggris, menjatuhkan vonis final atas Dubes Iran, bahwa ia dinyatakan bebas dari segala tuduhan, dan kasusnya pun ditutup.
Keputusan pengadilan Inggris, ini adalah salah satu bukti terkuat yang menunjukkan bahwa bukti-bukti setebal 6.000 halaman yang diberikan Galeano, kepada pengadilan Inggris, untuk membuktikan bahwa Diplomat Iran, bersalah dalam kasus AMIA, adalah fiktif dan palsu, dan menunjukkan infiltrasi Israel, di sistem perngadilan Argentina.
Terungkapnya Kebohongan-Kebohongan Israel
Setelah kasus AMIA dilimpahkan kepada hakim Canicoba Corral, sekalipun isi tuduhan-tuduhan terhadap Iran, terbukti fiktif, namun pada tanggal 21 Mei 2006, pemerintah Argentina, di bawah tekanan asosiasi-asosiasi Zionis Argentina, AMIA dan DAIA, ditambah kelompok baru yang terdiri dari keluarga korban, mengajukan banding ke pangadilan menuntut pembatalan pembebasan terdakwa ledakan AMIA.
Akan tetapi yang menarik adalah pengadilan Argentina, setelah mendengar gugatan para pengacara, menegaskan keputusan pengadilan sebelumnya bahwa para terdakwa dinyatakan bebas, dan mengumumkan pemerintah Argentina dan Juan Jose Gaelano, telah melakukan tindak kejahatan, serta kembali membuktikan kebohongan-kebohongan lembaga Zionis.
Interpol Mendukung Iran
Setelah Argentina melakukan protes pada tahun 2004, keputusan kasus ini ditunda hingga pertemuan tahunan Interpol, pada September 2005. Kali ini Kepala Interpol, mengumumkan bahwa hakim Argentina, yang menangani kasus AMIA, melakukan pelanggaran, dan secara praktis membantah tuduhan dan rumor bahwa sebagian warga Iran, terlibat dalam kasus ini.
Pada pertemuan tahunan Interpol, 95 dari 100 negara anggota Interpol, memberikan suara mendukung Iran. Namun demikian tekanan-tekanan politik Amerika Serikat dan Israel, atas pemerintah Argentina, dalam hal ini menjadi masalah yang diakui banyak pihak.
Tak Ada Bukti Meski Hanya Satu Lembar
Kasus AMIA sampai sekarang masih sangat kontroversial di dunia, tapi meski beberapa hakim sudah diganti, tidak ada satu pun bukti yang ditunjukkan di seluruh persidangan terkait Iran. Karena sepenuhnya politis, dan bukan masalah hukum, kasus ini tetap dipertahankan hingga sekarang.
Kapan pun Israel, merasa tertekan karena Iran, maka kasus AMIA, akan dibuka kembali, dan beberapa kekuatan besar dunia seperti AS, akan membantu supaya kasus ini tetap hidup, dan Iran, bisa terus ditekan lewat cara ini di beberapa organisasi internasional.
Di sisi lain, adalah hal yang tidak bisa diterima, sebuah negara seperti Iran, yang berada di sebuah kawasan lain, dalam waktu singkat dapat melancarkan dua operasi peledakan. Bukan hanya soal waktu peledakan yang dianggap tidak tepat, tapi masalah target juga ada yang lebih baik dengan muatan berita lebih penting seperti peledakan Kedubes Israel, di banyak negara.
Pengaruh Besar Zionisme
Brigjen Ahmad Vahidi, yang setelah selesai bertugas di Kemenhan Iran, diangkat menjadi Kepala Pusat Strategis Pertahanan Iran, mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, setiap kali Argentina, berusaha memperluas hubungan dengan Iran, dan setiap kali Israel, dikarenakan pembunuhan anak-anak serta kejahatannya, mendapat tekanan dunia, maka ia akan menciptakan kebohongan besar.
Bahkan ketika Argentina beberapa kali mengumumkan bahwa pihaknya sudah meminta bukti dari Israel, tapi Israel, tidak pernah sekali pun memberinya. Di sisi lain, sebelum ledakan AMIA, terjadi juga ledakan lain terhadap kepentingan Israel, sehingga Argentina bertanya mengapa Israel, tidak mengusut ledakan sebelumnya?
Meski begitu di dunia ini tidak ada seorang pun yang mempercayai tuduhan Israel, terhadap Iran, dalam kasus ledakan AMIA. Hal ini sebatas membuktikan bahwa pengaruh Israel, di Argentina, sangat tinggi.
Para Teroris MEK
Menurut keterangan Ketua Serikat Buruh Argentina, dalam beberapa tahun terakhir rakyat Argentina, tertarik untuk mengetahui kasus ledakan AMIA, tapi propaganda luas lobi Zionis, dan kelompok-kelompok terorganisir semacam Mojahedin-e Khalq, MEK, mencegah kebenaran terungkap.
Hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan para pejabat AS, secara aneh ikut campur dalam kasus ini, dan bahkan memecat hakim-hakim yang bersebarangan dengannya. (HS)