May 29, 2024 11:33 Asia/Jakarta
  • Dr. Ekhtiyari: Iran Pusat Perusahaan Berbasis Pengetahuan di Asia Barat

Perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan (knowledge company) merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian global.

Perusahaan-perusahaan yang dibentuk berdasarkan pengetahuan dan inovasi ini, di Iran, melakukan aktivitas secara luas. Sebagian besar perusahaan berbasis pengetahuan Iran, mengekspor produknya ke negara kawasan dan dunia terutama di bidang nanoteknologi, rekayasa biomedis, farmasi, dan peralatan medis.
 
Dr. Esfandiar Ekhtiyari, wakil masyarakat Zoroaster, dan Ketua Komisi Riset dan Teknologi Majelis Syura Islam Iran periode ke-13, adalah perancang asli dua undang-undang penting dukungan atas perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan di Iran, pada tahun 2010 dan 2022.
 
Dr. Ekhtiyari juga merupakan pendiri pertama Techno Center (Pusat Teknologi Eghbal) di kota Yazd, dan dikenal sebagai Bapak Ekonomi Berbasis Pengetahuan, dan taman sains Iran.
 
Di bawah ini petikan wawancara ParsToday, dengan Dr. Esfandiar Ekhtiyari,
 
 
Tuan Ekhtiyari, secara umum apa yang dimaksud perusahan berbasis pengetahuan?
 
Perusahaan berbasis pengetahuan dibentuk berasaskan pemikiran dan pengetahuan. Realitasnya perusahaan-perusahaan ini mempraktikkan pemikiran dan idenya, lalu menjualnya.
 
Dalam ekonomi berbasis pengetahuan, kita berhubungan dengan dua konsep serius, inovasi dan teknologi. Dalam model ekonomi ini, konsumen membayar untuk inovasi, maka dari itu proses ini tidak akan berhenti, pasalnya pemikiran tidak ada akhirnya.
 
Pada kenyataannya dalam ekonomi berbasis pengetahuan, bait syair Saadi, Penyair Iran, menjadi kenyataan, "Seseorang akan berhasil jika ia berpengetahuan", yaitu ilmu pengetahuan, dan pengalaman saling berdampingan.
 
 
Ide perusahaan berbasis pengetahuan di Iran, muncul sejak kapan, dan kapan mulai dipraktikkan?
 
Ekonomi berbasis pengetahuan di Iran, sudah mulai dipraktikkan sejak tahun 2001 bersamaan dengan didirikannya taman-taman sains, dan teknologi di negara ini.
 
Pada tahun 2010, "Undang-Undang Dukungan atas Perusahaan-Perusahaan Berbasis Pengetahuan dan Komersialisasi Riset" dengan 13 pasal, disahkan. Undang-undang ini menjabarkan struktur dan kerangka beragam dukungan atas perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan, dan taman-taman sains dan teknologi.
 
Setelah disahkannya undang-undang ini, banyak perusahaan berbasis pengetahuan memulai aktivitasnya, dan perusahaan-perusahaan lama melanjutkan pengembangan aktivitasnya dengan perasaan optimis yang lebih besar.
 
Pada tahun 2022, seiring dengan dilakukannya amandemen, undang-undang dengan nama "undang-undang lonjakan produksi berbasis pengetahuan" disahkan, dan diumumkan.
 
 
Sekarang Bagaimana Kondisi Perusahaan-Perusahaan Berbasis Pengetahuan di Iran?
 
Kita punya pengalaman yang baik di bidang ini. Realitasnya Iran, merupakan pusat perusahaan berbasis pengetahuan di antara negara-negara Asia Barat (Timur Tengah).
 
Di arena internasional, kita juga punya peringkat yang baik. Banyak dari perusahaan berbasis pengetahuan Iran, memiliki level ekspor, dan Perputaran Total Aset (Asset Turnover) yang baik, dan bekerja di level internasional.
 
 
Dalam hal apa di arena internasional kita sukses?
 
Di negara kita sebagian besar perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan beraktivitas di bidang teknologi dan rekayasa, robot medis, rekayasa biomedis, teknologi informasi, farmasi, dan nanoteknologi.
 
Banyak perusahaan berbasis pengetahuan Iran, di bidang farmasi, rekayasa biomedis, dan pembuatan peralatan media, di arena internasional cukup bersaing. Saat ini banyak perusahaan berbasis pengetahuan Iran, mengekspor produknya ke negara-negara kawasan, dan selainnya.
 
 
Apakah di bidang humaniora dan seni, terbuka peluang bagi perusahaan berbasis pengetahuan?
 
Ya, di setiap bidang yang di dalamnya bisa dilakukan produksi baru, dan ketika pemikiran ini dapat diterapkan dalam ekonomi, maka ekonomi berbasis pengetahuan akan terbentuk.
 
Misalnya, di bidang pariwisata bisa dikatakan bahwa orang pertama yang mencetuskan ide penggunaan rumah pribadi sebagai fasilitas menginap para wisatawan, dan sumber pendapatan, dapat disebut sebagai ekonomi berbasis pengetahuan.
 
 
wawancara ParsToday dengan Dr. Esfandiar Ekhtiyari

 

 
Apa pengaruh sanksi AS, terhadap aktivitas perusahaan berbasis pengetahuan?
 
Sanksi-sanksi sepihak sangat membantu, pasalnya banyak perusahaan berbasis pengetahuan yang berdiri berdasarkan kekurangan di dalam negeri, dan kelangkaan produk.
 
Sebagaimana di awal wabah Corona, Iran, tidak diizinkan mengimpor ventilator (alat bantu pernapasan), dan perusahaan-perusahaan ini kemudian mendesain bentuk lain dari alat ini.
 
Kenyataannya kondisi sanksi telah menyebabkan pertumbuhan, dan keberhasilan perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan Iran, di beberapa bidang.
 
Akan tetapi kerugian yang diciptakan sanksi adalah, perusahaan-perusahaan ini kesulitan dalam transaksi perdagangan terutama menjual produknya ke negara-negara asing, dan tidak bisa memiliki Perputaran Total Aset, dengan mudah, realitasnya modal kembali dengan susah payah.
 
 
Di Iran, dukungan legal apa yang diperoleh oleh perusahaan berbasis pengetahuan?
 
Di dalam undang-undang Iran, dukungan-dukungan legal sudah dibuat untuk perusahaan-perusahaan ini. Misalnya perusahaan-perusahaan ini bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah, relaksasi pajak, dan fasilitas-fasilitas semacamnya.
 
Pada kenyataannya, kami berusaha menerapkan aturan seperti yang diterapkan untuk perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan di luar negeri, bagi perusahaan-perusahaan Iran.
 
 
Apa pendapat Anda tentang masa depan perusahaan berbasis pengetahuan di Iran?
 
Orang-orang Iran, cerdas dan menempuh jenjang pendidikan yang cukup tinggi, maka dari itu perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan dapat melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, dengan syarat masalah-masalah ekonomi pemerintah disingkirkan dari mereka.
 
 
Pertanyaan terakhir, bagaimana kondisi Iran, dalam produksi pengetahuan di arena global?
 
Iran memiliki satu persen populasi dunia, dan dari sisi indikator produksi ilmu pengetahuan, memproduksi pengetahuan lebih dari satu persen. Iran, selalu menempati posisi pertama atau kedua dalam produksi pengetahuan di kawasan Asia Barat.
 
Salah satu indikator produksi pengetahuan sebuah negara adalah publikasi makalah ilmiah di majalah-majalah sains bereputasi internasional, dan publikasi Iran, termasuk yang cukup baik.
 
Indikator-indikator universitas seperti jumlah mahasiswa di Iran, tinggi. Kecintaan pada ilmu pengetahuan ini cukup membanggakan selain karena hal ini adalah peluang yang bisa digunakan untuk memajukan perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan, dan meningkatkan sumbangsih mereka di dalam ekonomi nasional. (HS)  

Tags