Presiden Iran Bertemu dengan Ulama Azerbaijan
Presiden Republik Islam Iran bertemu dengan para ulama dan cendekiawan Republik Azerbaijan di Baku, ibukota negara ini.
Hassan Rouhani dalam kunjungannya ke Azerbaijan bertemu dengan para ulama dan cendekiawan negara ini di kota Baku, Minggu (7/8/2016).
Dalam pidatonya, Rouhani mengatakan, sejak dulu, Islam, al-Quran dan Ahlul Bait as menjadi ikatan antara rakyat Iran dan Azerbaijan.
"Agama dan budaya bersama mendasari kepercayaan dan kerjasama antarkedua negara," imbuhnya
Presiden Iran menegaskan, perpecahan dan teror atas nama Islam adalah konspiasi dalam kerangka kebijakan Islamphobia.
Ia menjelaskan, tidak seharusnya dibiarkan bahwa dalam kondisi ketika orang lain dalam kesejahteraan dan kemajuan, umat Islam justru saling berhadapan, saling berselisih dan saling membunuh di antara mereka. Menurutnya, Islam adalah agama keamanan dan persaudaraan.
"Hari ini, tanggung jawab berat berada di pundak para ulama Islam untuk menyelamatkan masyarakat dari pemikiran menyimpang dan membantu semua orang tertindas dan umat Islam tertindas di dunia dengan memperkenalkan wajah Islam yang sebenarnya," ujarnya.
Ia menegaskan, semua Syiah dan Sunni adalah saudara dan anggota keluarga dunia Islam.
Iran, kata Rouhani, selalu mempromosikan Islam moderat; Islam sebagai agama moderat, penuh keadilan dan kasih sayang dan Republik Islam selalu bergegas untuk membantu umat Islam dan orang-orang tertindas.
Presiden Iran lebih lanjut menyinggung serangan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) ke Irak.
"Republik Islam Iran sejak hari pertama serangan ini bergegas untuk membantu rakyat Irak dan tidak membiarkan Baghdad dan Erbil jatuh, sebab ia mengetahui tugasnya bahwa ia harus menyelamatkan dunia Islam dari momok terorisme," pungkasnya. (RA)