Ahli Kimia Iran Berhasil Terobos Sanksi, Bersaing dengan Rival dari AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i171438-ahli_kimia_iran_berhasil_terobos_sanksi_bersaing_dengan_rival_dari_as
Parstoday – Deputi Riset Kementerian Pendidikan Iran mengatakan, para ilmuwan kimia Iran, berhasil menerobos benteng sanksi, dan sukses memproduksi makalah-makalah ilmiah di bidang kimia, bahkan bersaing dengan para ilmuwan Amerika Serikat dan Cina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 09, 2025 17:41 Asia/Jakarta
  • Ahli Kimia Iran Berhasil Terobos Sanksi, Bersaing dengan Rival dari AS

Parstoday – Deputi Riset Kementerian Pendidikan Iran mengatakan, para ilmuwan kimia Iran, berhasil menerobos benteng sanksi, dan sukses memproduksi makalah-makalah ilmiah di bidang kimia, bahkan bersaing dengan para ilmuwan Amerika Serikat dan Cina.

Dr. Peyman Salehi, Minggu (9/2/2025) menghadiri pembukaan seminar Kimia Organik Iran ke-30, di Universitas Sains dan Industri, di kota Tehran.
 
Pada kesempatan itu ia menuturkan, “Ilmu pengetahuan di Iran, selama beberapa tahun mengalami pertumbuhan cukup pesat, menduduki peringkat 15, 16, dan 17, dan kita harus memperhatikan bahwa untuk naik satu peringkat pun sangat sulit.”
 
Salehi menambahkan, “Iran, yang jumlah penduduknya hanya sekitar satu persen dari total seluruh penduduk dunia, bisa memproduksi dua persen ilmu pengetahuan dunia.”
 
Pada saat yang sama, Salehi menyinggung produksi makalah-makalah ilmiah di Iran, dan menerangkan, “Secara berurutan tahun 2000, Iran memproduksi 41 persen makalah ilmiah dunia, tahun 2005, 35 persen, dan 2020, 29 persen, dari total makalah ilmiah dunia terkait pengetahuan dasar.”
 
Deputi Riset Kementerian Pendidikan Iran melanjutkan, “Para ilmuwan Iran, telah berhasil menerobos benteng sanksi, dan mencapai kesuksesan dalam produksi makalah-makalah ilmiah di bidang kimia, bahkan mereka bersaing dengan para ilmuwan dari AS dan Cina.”
 
 
Institut Riset Razi, Pusat Produksi Antidot Berstandar Internasional
 
Konferensi internasional pengetahuan seputar Antidot, yang pertama kali di level kawasan akan diselenggarakan oleh Institut Riset Razi Iran, didukung langsung Badan Kesehatan Dunia, WHO, pada 18-19 Februari 2025, dan akan dihadiri oleh para pakar serta peneliti terkemuka dari seluruh dunia.
 
Abbas Zare, Kepala Bidang Hewan Beracun, Institut Riset Razi, terkait masalah ini mengatakan, “Institut Razi, dikenal sebagai salah satu pusat produksi Antidot berstandar internasional, dan penyelenggaraan konferensi internasional ini akan menjadi peluang untuk mengenalkan kompetensi Iran, di bidang ini, serta menciptakan kerja sama ilmu pengetahuan, dan penelitian dengan pusat-pusat sains terkemuka dunia.”
 
Konferensi internasional ini akan dihadiri oleh para peserta dari lima benua dunia, dan akan mengenalkan Institut Razi, sebagai salah satu pusat sains dan produksi Antidot, kepada masyarakat internasional.
 
“Peristiwa ini dapat memperluas kerja sama-kerja sama di bidang penelitian, dan produksi dengan berbagai negara dunia,” imbuh Zare.
 
Ia menegaskan, “Antidot yang diproduksi oleh Institut Razi, memiliki banyak kegunaan yang tidak dimiliki oleh produk dari banyak perusahaan asing. Kekhususan polyvalent dan kapasitas tinggi untuk menetralisasi racun telah menyebabkan banyak negara meminta bekerja sama dengan Institut Razi, untuk memasok Antidot dari institut ini.” (HS)