Bagaimana Perguruan Tinggi Iran Merayakan Pekan Riset?
Pekan Riset di Iran kembali digelar bersamaan dengan penyelenggaraan Pameran Internasional ke-26 Riset, Teknologi, dan Pasar Inovasi.
Tehran, Parstoday- Bertepatan dengan Pekan Riset di Iran, universitas-universitas ilmu kedokteran di Teheran mempresentasikan capaian terbaru mereka di bidang sains, teknologi, dan kesehatan.
Pekan Riset Iran setiap tahun diselenggarakan pada tanggal 24 hingga 30 Azar, dengan puncaknya pada 25 Azar yang ditetapkan sebagai Hari Nasional Riset. Pekan ini bertujuan untuk mempromosikan budaya riset, memperkenalkan capaian ilmiah, serta memperkuat keterkaitan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat melalui berbagai program akademik dan nasional di seluruh Iran.
Seiring dengan Pekan Riset dan Teknologi, publikasi capaian ilmiah dan inovasi teknologi para peneliti Iran semakin menonjol di tingkat nasional maupun universitas. Pameran Internasional ke-26 Riset, Teknologi, dan Pasar Inovasi sebagai agenda nasional utama pekan ini, menghadirkan universitas, taman sains dan teknologi, serta perusahaan berbasis pengetahuan (knowledge-based companies) yang menampilkan produk dan inovasi terbaru di bidang teknik, kedokteran, pertanian, dan ilmu sosial. Dalam pameran ini juga ditekankan pentingnya peran media dalam menampilkan kemajuan ilmiah Iran serta penyelenggaraan tur media untuk memperkenalkan capaian para peneliti kepada publik.
Di tingkat universitas, Universitas Ilmu Kedokteran Teheran menyelenggarakan peringatan Pekan Riset dan Teknologi yang disertai pameran capaian riset, dengan menampilkan aktivitas lebih dari 30 pusat penelitian. Fokus utama universitas ini adalah pemberdayaan mahasiswa, pengembangan keterampilan pendukung di samping keahlian akademik, serta penciptaan mekanisme interaksi yang lebih erat antara mahasiswa dan dosen. Pendekatan ini diwujudkan melalui program seperti “Asisten Mahasiswa” dan “Narasi Pengalaman Riset Para Dosen”.
Universitas Ilmu Kedokteran Kerman juga memaparkan capaian riset yang signifikan selama Pekan Riset. Universitas ini memiliki 30 pusat penelitian, empat lembaga riset khusus, dan 10 jurnal ilmiah bereputasi, serta menempati peringkat kesembilan nasional dalam bidang riset kesehatan. Kehadiran 28 peneliti dalam daftar dua persen ilmuwan paling banyak disitasi di dunia serta rencana menjadi tuan rumah berbagai ajang ilmiah nasional dan internasional menjadi capaian penting yang disoroti.
Di wilayah tenggara Iran, Universitas Ilmu Kedokteran Jiroft memperkenalkan festival teknologi dan inovasi pertamanya bertajuk “Jiroft Innotech 2025”. Universitas ini menitikberatkan pada transformasi ide-ide inovatif menjadi usaha berbasis teknologi. Festival tersebut berfokus pada pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan, pengembangan startup, serta peran perempuan dalam teknologi, dan menyediakan wadah dukungan bagi ide-ide di bidang kesehatan, kota pintar, pertanian, dan industri.
Sementara itu, Universitas Ilmu Kedokteran Yazd menekankan peran mahasiswa sebagai penggerak utama riset. Pameran capaian riset mahasiswa, dukungan terhadap proyek penelitian, serta dorongan untuk kerja sama lintas disiplin menjadi agenda utama dalam rangkaian kegiatan Pekan Riset di universitas tersebut.
Universitas Ilmu Kedokteran Yasuj juga menyoroti pengembangan riset terapan dan teknologi kesehatan, dengan memandang riset sebagai misi sosial yang bertujuan menjawab langsung kebutuhan kesehatan masyarakat dan mendorong tercapainya posisi rujukan ilmiah.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Pekan Riset dan Teknologi tahun ini menunjukkan bahwa agenda tersebut telah menjadi momentum penting untuk menampilkan kapasitas ilmiah universitas-universitas ilmu kedokteran Iran, menekankan capaian riset yang konkret, serta memperkuat hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat.(PH)