Warga Inggris Mengkhawatirkan Konsekuensi Ekonomi Perang terhadap Iran
-
Tuna wisma Inggris
Pars Today – Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 74 persen warga Inggris khawatir tentang dampak negatif tindakan agresi rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap Iran pada kondisi kehidupan mereka.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengakui pada hari Senin (09/03/2026) bahwa kelanjutan perang di kawasan Asia Barat dapat memengaruhi ekonomi dan kehidupan rumah tangga serta aktivitas bisnis di negaranya.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei YouGov menunjukkan bahwa sekitar 59 persen warga Inggris menentang perang Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran.
Data statistik lembaga tersebut juga menunjukkan bahwa mayoritas warga Inggris percaya bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat meningkatkan tekanan ekonomi pada rumah tangga di negara ini.
Berdasarkan survei yang dilakukan, 74 persen responden mengatakan bahwa perang melawan Iran akan berdampak negatif pada kondisi keuangan mereka. Hanya 3 persen yang mengharapkan perkembangan ini berdampak positif, dan 13 persen percaya bahwa hal itu tidak akan banyak memengaruhi kehidupan mereka.
Berbagai laporan menunjukkan bahwa harga minyak telah mencatat lonjakan harian terbesar dalam enam tahun terakhir seiring dengan meningkatnya ketegangan di Asia Barat, dan ini meningkatkan kekhawatiran tentang peningkatan biaya energi dan meningkatnya tekanan inflasi di negara-negara Eropa, termasuk Inggris.(sl)