Lawan Hegemoni Barat, Iran Perkuat Kerja Sama dengan Uni Ekonomi Eurasia
Presiden Republik Islam Iran dalam pesannya kepada Konferensi Tingkat Tinggi Uni Ekonomi Eurasia menilai keberlanjutan kerja sama antara Iran dan negara-negara anggota uni tersebut sebagai strategi jangka panjang untuk membangun kawasan yang kuat melalui penguatan kedaulatan nasional.
Tehran, Parstoday- Pesan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dibacakan oleh Duta Besar Iran untuk Federasi Rusia, Kazem Jalali, dalam KTT para pemimpin Uni Ekonomi Eurasia yang diselenggarakan pada hari Minggu, 21 Desember, di Saint Petersburg. Pertemuan ini dihadiri oleh Presiden Rusia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, serta Perdana Menteri Armenia sebagai lima negara anggota uni tersebut.
Dalam pesannya, Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa keberlanjutan kerja sama antara Iran dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia akan mempermudah pengembangan sektor transportasi dan perdagangan, peningkatan keamanan energi, pengembangan teknologi, pembentukan infrastruktur keuangan dan perbankan bersama, serta penguatan hubungan antar masyarakat.
Presiden Iran menekankan bahwa dengan bertumpu pada kesamaan budaya dan sejarah serta memanfaatkan kedekatan geografis, negara-negara kawasan dapat membangun model integrasi regional yang berhasil. Ia juga menyatakan bahwa Republik Islam Iran memberikan perhatian yang semakin besar terhadap mekanisme regional dan multilateral, serta berupaya menjadi anggota dan mitra yang efektif dan dapat diandalkan dalam berbagai pengaturan dan blok regional.
Uni Ekonomi Eurasia merupakan organisasi ekonomi antarnegara yang beranggotakan Belarus, Kazakhstan, Rusia, Kirgizstan, dan Armenia. Negara-negara dengan status pengamat aktif dalam uni ini meliputi Republik Islam Iran, Uzbekistan, dan Kuba. Iran bergabung sebagai anggota pengamat pada tahun 1403 kalender Iran.
Kerja sama Iran dengan Uni Ekonomi Eurasia bukan hanya merupakan pilihan ekonomi, tetapi juga strategi geopolitik jangka panjang. Penandatanganan perjanjian perdagangan bebas telah menyediakan landasan untuk menghadapi unilateralisme Barat serta memanfaatkan potensi bersama di bidang energi, transportasi, teknologi, dan perdagangan.
Perjanjian perdagangan bebas antara Iran dan Uni Ekonomi Eurasia mulai berlaku pada Mei 2025. Perjanjian ini telah meningkatkan volume perdagangan, menurunkan tarif, serta menciptakan peluang signifikan bagi para pelaku usaha dan perekonomian nasional.
Kerja sama Iran dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia dipandang sebagai pendekatan efektif untuk menghadapi sanksi sepihak Barat, sekaligus membuka jalur alternatif bagi perdagangan dan pertukaran keuangan.
Posisi geopolitik Iran sebagai penghubung antara Teluk Persia, Asia Tengah, dan Kaukasus memberikan peluang besar bagi pengembangan koridor perdagangan. Selain itu, pembentukan infrastruktur keuangan dan perbankan bersama bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan sistem perbankan Barat.
Kerja sama Iran dengan Uni Ekonomi Eurasia merupakan strategi multidimensional yang mencakup kepentingan ekonomi, geopolitik, dan keamanan. Kerja sama ini berpotensi menjadi model integrasi regional yang berhasil dan membantu Iran memperkuat posisinya dalam tatanan dunia multipolar.
Dalam jangka panjang, perluasan hubungan Iran dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia dapat membuka jalan bagi pembentukan blok ekonomi-politik yang kuat dengan infrastruktur keuangan independen dan stabilitas keamanan regional yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kapasitas domestik dan regional, Iran dapat meningkatkan kepentingan ekonomi, keamanan, dan politiknya melalui kerja sama ini.(PH)