Prestasi Perempuan Iran Berkibar Lagi, Raih Hibah Riset COMSTECH 2025
Seorang peneliti perempuan asal Iran terpilih sebagai salah satu penerima hibah penelitian Women in Science Research Grant Program COMSTECH tahun 2025.
Hibah penelitian COMSTECH diselenggarakan oleh Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation of the Organization of Islamic Cooperation (COMSTECH) dengan tujuan mendukung peneliti perempuan muda serta memperkuat kerja sama ilmiah di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Menurut laporan Pars Today, Dr. Maria Beihaghi, peneliti perempuan Iran sekaligus Direktur Utama salah satu perusahaan berbasis pengetahuan di bidang kesehatan dan medis, terpilih sebagai salah satu penerima hibah penelitian Women Young Researchers COMSTECH tahun 2025.
Dr. Beihaghi menjelaskan bahwa timnya telah mengembangkan sejumlah produk berbasis nanoteknologi yang dirancang untuk pencegahan dan pengobatan penyakit Alzheimer. Produk-produk tersebut pada tahap awal diproduksi dalam bentuk permen karet dan permen, kemudian dikembangkan menjadi sediaan sirup untuk memudahkan konsumsi oleh kalangan lanjut usia.
Ia menjelaskan bahwa obat tersebut berbasis nanopartikel alami seperti fenchol dan quercetin. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menurunkan atau menghambat aktivitas gen-gen yang berkaitan dengan Alzheimer, termasuk gen APP dan MAPT, sehingga mencegah pembentukan protein berbahaya seperti beta-amiloid dan tau yang berperan dalam kerusakan sel saraf.
Peneliti perempuan Iran tersebut menambahkan bahwa selain efektif dalam pencegahan dan pengobatan Alzheimer, suplemen ini juga berkontribusi dalam mengurangi peradangan, mengontrol kadar gula darah, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta mencegah beberapa jenis kanker.
Ia menyampaikan bahwa dalam uji klinis terhadap 30 pasien Alzheimer, terjadi perbaikan yang signifikan pada perilaku neurologis dan kualitas tidur pasien. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya penurunan tremor tangan pada pasien Parkinson.
Dr. Beihaghi menegaskan bahwa suplemen yang dikembangkan harus dikonsumsi sebagai pendamping obat yang diresepkan oleh dokter dan dapat meningkatkan efektivitas terapi bagi pasien Alzheimer.(PH)