Strategi Iran Hadapi Agresi Amerika dan Israel
https://parstoday.ir/id/news/world-i186328-strategi_iran_hadapi_agresi_amerika_dan_israel
Pars Today – Wall Street Journal, dalam analisisnya, meninjau strategi Iran dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan rezim Israel.
(last modified 2026-03-07T15:27:50+00:00 )
Mar 07, 2026 22:26 Asia/Jakarta
  • Warga Iran siap menghadapi agresi AS dan Zionis
    Warga Iran siap menghadapi agresi AS dan Zionis

Pars Today – Wall Street Journal, dalam analisisnya, meninjau strategi Iran dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan rezim Israel.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Wall Street Journal mencatat bahwa Iran, setelah mengakhiri Perang 12 Hari, mengadopsi pendekatan yang lebih berani dalam kebijakan pertahanannya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memperingatkan pasukan Amerika yang berkumpul di pantai Iran bahwa “jika Amerika memulai perang kali ini, konflik akan meluas menjadi perang regional”.

Wall Street Journal menambahkan bahwa strategi ini terbentuk setelah pembunuhan pemimpin Iran dan telah terbukti efektif selama seminggu terakhir.

Meskipun Amerika dan Israel melancarkan serangan udara, Iran berhasil melanjutkan operasi militer sepanjang garis depan seluas 2.000 mil, memperluas dampak konflik ke negara‑negara dan kepentingan ekonomi lainnya. Wall Street Journal menegaskan bahwa pasukan keamanan Iran belum menunjukkan tanda‑tanda kegagalan atau fragmentasi.

Biaya Operasi yang Membebani Anggaran Amerika

Lembaga think‑tank CSIS mengungkapkan bahwa dalam 100 jam pertama serangan terhadap Iran, Amerika menghabiskan sekitar USD 3,7 miliar, setara dengan USD 891,4 juta per hari. Dari total tersebut, USD 3,5 miliar tidak termasuk dalam anggaran Pentagon sebelumnya, sehingga Departemen Perang tidak memiliki rencana keuangan untuk pengeluaran tak terduga ini.

CSIS memperingatkan bahwa Pentagon akan segera meminta tambahan dana kepada Kongres untuk menutup defisit anggaran yang besar. Permintaan tersebut diprediksi menjadi titik fokus perlawanan terhadap perang di dalam negeri Amerika, mengingat tekanan ekonomi domestik dan kekhawatiran legislatif terhadap alokasi dana baru.(sl)