Menlu Iran kepada AS: Kembalilah ke Jalur Diplomasi yang Bermartabat !
https://parstoday.ir/id/news/iran-i182942-menlu_iran_kepada_as_kembalilah_ke_jalur_diplomasi_yang_bermartabat_!
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menanggapi pernyataan perwakilan Amerika Serikat dalam sidang Dewan Keamanan PBB terkait isu perundingan dengan Teheran dengan menegaskan bahwa pendekatan Washington bukanlah negosiasi, melainkan upaya mendikte.
(last modified 2025-12-25T01:31:59+00:00 )
Des 25, 2025 12:28 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran kepada AS: Kembalilah ke Jalur Diplomasi yang Bermartabat !

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menanggapi pernyataan perwakilan Amerika Serikat dalam sidang Dewan Keamanan PBB terkait isu perundingan dengan Teheran dengan menegaskan bahwa pendekatan Washington bukanlah negosiasi, melainkan upaya mendikte.

Morgan Ortagus, perwakilan Amerika Serikat, pada Selasa dalam sidang Dewan Keamanan PBB kembali mengulangi tuduhan tidak berdasar terkait kebuntuan dalam perundingan pencabutan sanksi terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tetap siap untuk melakukan dialog resmi dengan Iran, namun hanya jika Teheran bersedia melakukan perundingan yang langsung dan “bermakna”. Dalam pernyataannya yang ditujukan kepada perwakilan Iran di PBB, Ortagus mengatakan bahwa Iran seharusnya menerima “tangan diplomasi” yang disebut-sebut diulurkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Menanggapi pernyataan tersebut, Sayyid Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, pada Rabu melalui media sosial X menulis bahwa definisi baru diplomasi menurut Amerika Serikat adalah kesiapan untuk berunding dengan syarat Iran melupakan hak-hak internasionalnya yang telah diakui secara sah.

Araqchi menegaskan bahwa pendekatan semacam itu adalah bentuk pendiktean, bukan negosiasi, apalagi negosiasi yang bermakna. Ia menambahkan bahwa dunia menyaksikan bagaimana Iran sedang berada dalam jalur diplomasi ketika Amerika Serikat justru memilih menggunakan kekerasan terhadap rakyat Iran dan menghancurkan proses diplomatik. Menurutnya, respons Iran terhadap agresi tersebut adalah membela diri dan membuat pihak penyerang menyesali tindakannya.

Menteri Luar Negeri Iran juga menekankan bahwa mengulurkan tangan untuk diplomasi tidak dapat diartikan sebagai mengirim pesawat pengebom, lalu secara sepihak mengklaim kegagalan operasi tersebut sebagai sebuah keberhasilan. Ia menasihati pihak Amerika Serikat agar berhenti menipu opini publik global dan kembali kepada diplomasi yang nyata dan bermartabat.

Baqaei: Retorika Perwakilan AS di Dewan Keamanan Hanya Permainan Propaganda

Dalam konteks yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, pada Rabu menyatakan bahwa retorika perwakilan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB terkait diplomasi dan perundingan tidak lebih dari sebuah permainan propaganda yang bertujuan menyesatkan opini publik.

Baqaei menegaskan bahwa berbeda dengan Iran yang secara konsisten berpegang pada diplomasi yang bermakna, Amerika Serikat telah menunjukkan ketiadaan itikad baik dan keseriusan. Ia menyebut pernyataan-pernyataan tersebut sebagai upaya memutarbalikkan fakta.

Menurut Baqaei, Iran tidak pernah meninggalkan jalur perundingan, melainkan proses diplomatik itulah yang dihancurkan oleh Amerika Serikat melalui penggunaan kekerasan. Ia menekankan bahwa pengkhianatan Washington terhadap diplomasi bukanlah peristiwa yang jauh di masa lalu, melainkan kejadian yang masih sangat baru.

Ia mempertanyakan apakah pelanggaran berulang, termasuk keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada tahun 2018, merupakan tindakan Iran. Baqaei juga mempertanyakan apakah serangan terhadap Iran pada 13 Juni—ketika perundingan masih berlangsung dan putaran keenam perundingan dijadwalkan pada 15 Juni—dapat disebut sebagai wujud dari “tangan diplomasi” yang diklaim telah diulurkan oleh Amerika Serikat.(PH)