Pezeshkian: AS Ingin Ulangi Pola Lama dan Khianati Diplomasi
-
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Pars Today - Presiden Iran menegaskan tekad Republik Islam Iran untuk mempertahankan kedaulatan negara secara menyeluruh terhadap setiap petualangan baru AS dan rezim Zionis. "Amerika berusaha mengulangi pola-pola sebelumnya dan mengkhianati diplomasi," ujarnya.
Melaporkan dari IRNA, Senin, 20 April 2026, Masoud Pezeshkian dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam percakapan telepon, Minggu malam (19 April), bertukar pandangan tentang perkembangan regional terbaru, negosiasi Islamabad, dan isu-isu terkait gencatan senjata.
Presiden Iran, seraya mengapresiasi upaya sungguh-sungguh Pakistan dalam mewujudkan perdamaian, berterima kasih atas usaha Perdana Menteri dan Panglima Militer Pakistan.
AS Langgar Gencatan Senjata dengan Blokade Laut
Pezeshkian merujuk pada kelanjutan pengingkaran janji serta perilaku arogan dan tidak masuk akal AS selama negosiasi dan masa gencatan senjata. Ia menilai tindakan provokatif dan ilegal AS dalam apa yang disebut "blokade laut" terhadap Iran sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata dan bertentangan dengan Piagam PBB.
"Tindakan semacam itu, bersama dengan retorika ancaman pejabat AS terhadap Iran, hanya akan memperburuk ketidakpercayaan terhadap keseriusan Amerika. Ini semakin menyingkap fakta bahwa AS berusaha mengulangi pola-pola lama dan mengkhianati diplomasi," tegasnya.
Peringatan Keras: Kawasan dan Dunia Terancam
Presiden menegaskan tekad Republik Islam Iran untuk mempertahankan kedaulatan negara secara menyeluruh terhadap setiap petualangan baru AS dan rezim Zionis. Ia memperingatkan konsekuensi situasi semacam itu bagi keamanan kawasan dan dunia.
Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran bertekad mempertahankan dan meningkatkan hubungan dengan semua tetangganya, termasuk negara-negara di sisi selatan Teluk Persia, berdasarkan prinsip hidup berdampingan yang baik dan saling menghormati.
"Iran berharap negara-negara ini, dengan mempertimbangkan pengalaman terkini, juga bersungguh-sungguh memperkuat perdamaian dan keamanan kawasan berdasarkan kerja sama kolektif, jauh dari campur tangan destruktif aktor-aktor ekstra-kawasan, terutama AS," ujarnya.
Pakistan: Terus Upayakan Perdamaian
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam percakapan ini, merujuk pada upaya negaranya untuk mengakhiri konflik dan mewujudkan perdamaian di kawasan. Ia membrikan informasi kepada Presiden Iran tentang konsultasi terkininya dengan negara-negara kawasan.
Iran ingin damai, tetapi tidak buta. Pezeshkian dengan tegas mengatakan: AS mengulangi pola lama, berjanji di meja negosiasi, tetapi mengkhianati dengan tindakan di lapangan. Blokade laut adalah bukti nyata bahwa gencatan senjata tidak dihormati.
"Mengkhianati diplomasi", ini tuduhan serius. Namun sejarah menunjukkan bahwa AS memang punya pola: bicara damai, tetapi terus menekan. Iran tidak akan terjebak dalam permainan ini lagi.
Pakistan terus berusaha menjadi penengah. Namun Pezeshkian mengingatkan bahwa perdamaian sejati hanya akan tercapai jika negara-negara kawasan bersatu, tanpa campur tangan asing. Pertanyaan besarnya: apakah negara-negara Teluk akan mendengar seruan ini? Atau masih akan menjadi "tameng" bagi petualangan AS berikutnya?(sl)