Myanmar Incar Teknologi Rusia Kembangkan Sistem Manajemen Kelistrikan Nasional
https://parstoday.ir/id/news/world-i188734-myanmar_incar_teknologi_rusia_kembangkan_sistem_manajemen_kelistrikan_nasional
Pars Today - Kementerian Tenaga Listrik dan Energi Myanmar mengumumkan bahwa negaranya tengah berunding dengan Rusia untuk mengembangkan sistem kendali kelistrikan menggunakan teknologi Rusia guna mengelola transmisi dan distribusi energi di tingkat nasional.
(last modified 2026-04-20T07:59:25+00:00 )
Apr 20, 2026 14:56 Asia/Jakarta
  • Pembangkit listrik Myanmar
    Pembangkit listrik Myanmar

Pars Today - Kementerian Tenaga Listrik dan Energi Myanmar mengumumkan bahwa negaranya tengah berunding dengan Rusia untuk mengembangkan sistem kendali kelistrikan menggunakan teknologi Rusia guna mengelola transmisi dan distribusi energi di tingkat nasional.

Melaporkan dari laman Myanmar Digital News, IRNA pada Senin, 20 April 2026, Myanmar sedang merundingkan rencana dengan Rusia untuk mengoperasikan sistem kendali kelistrikan yang memanfaatkan teknologi negara tersebut. Sistem ini bertujuan mengelola transmisi dan distribusi listrik di seluruh Myanmar.

Pembicaraan ini berlangsung dalam pertemuan antara Menteri Tenaga Listrik dan Energi Myanmar dengan Wakil Kepala Operator Sistem Tenaga Listrik Rusia.

Sistem Digital untuk Efisiensi dan Stabilitas

Di Rusia, listrik diproduksi dari berbagai sumber energi dan digunakan secara kombinasi. Bauran pembangkit listrik disesuaikan untuk memenuhi permintaan per jam dengan biaya serendah mungkin bagi konsumen. Transmisi dan distribusi listrik dilakukan melalui sistem kendali digital yang bekerja secara real-time untuk memastikan stabilitas dan keandalan jaringan.

Myanmar berencana mengadopsi bauran pembangkit listrik yang paling sesuai dengan sumber daya energi yang tersedia di negaranya. Mengurangi kerugian dalam proses produksi dan distribusi juga menjadi tujuan lain dari proyek ini, yang dapat meningkatkan pasokan listrik dan menurunkan biaya bagi konsumen.

Negosiasi sedang berlangsung untuk menerima bantuan teknis dari Federasi Rusia guna mengembangkan sistem semacam itu.

Myanmar, yang selama ini lebih dikenal karena krisis politik dan konflik internal, kini serius membangun infrastruktur energi nasional. Dan mereka memilih Rusia sebagai mitra teknologi.

Sistem kendali digital real-time, ini bukan sekadar proyek kelistrikan biasa. Ini adalah upaya membangun fondasi untuk industrialisasi dan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Kerugian produksi dan distribusi yang tinggi adalah momok bagi banyak negara berkembang. Jika Myanmar berhasil menekan kerugian ini dengan bantuan teknologi Rusia, maka pasokan listrik yang stabil bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi.

Pertanyaannya: di tengah sanksi dan isolasi global terhadap Rusia, apakah transfer teknologi ini akan berjalan lancar? Atau Myanmar akan terjebak dalam pusaran politik adidaya?(sl)