Bermain Api, Presiden Argentina Pindahkan Kedutaan ke Quds
-
Presiden Argentina, Javier Milei dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Pars Today - Presiden Argentina, Javier Milei, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Rezim Zionis, mengumumkan keputusannya untuk memindahkan kedutaan ke Quds yang diduduki. Langkah ini menuai gelombang kritik internasional dan sekali lagi menjadikan isu Quds sebagai pusat ketegangan diplomatik.
Melaporkan dari laman Arabi21, IRNA pada Senin, 20 April 2026, Milei, pendukung setia rezim Zionis yang tiba di Wilayah Pendudukan kemarin untuk kunjungan resmi tiga hari, dalam pertemuannya dengan Benjamin Netanyahu menyatakan niatnya untuk membuka kedutaan negaranya di kota yang diduduki tersebut. Langkah ini memicu reaksi luas di tingkat internasional.
Keputusan ini diambil sementara mayoritas besar negara di dunia masih menolak memindahkan kedutaan mereka ke Quds yang diduduki, dan tidak mengakui kota tersebut sebagai ibu kota rezim Zionis.
Melawan Konsensus Global
Otoritas Palestina dan negara-negara Arab serta Islam dalam beberapa tahun terakhir berulang kali memperingatkan negara-negara tentang pemindahan kedutaan ke Quds yang diduduki. Mereka menegaskan bahwa Quds Timur adalah ibu kota abadi Palestina.
Pada 2017, Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Quds (termasuk bagian timur dan barat) sebagai ibu kota rezim Zionis, dan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota tersebut. Padahal, resolusi hukum internasional tidak mengakui pendudukan kota ini oleh rezim Zionis pada 1967 atau aneksasinya pada 1980.
Uni Eropa juga berulang kali menegaskan bahwa negara-negara Eropa tidak memiliki rencana memindahkan kedutaan mereka ke Quds yang diduduki, dan mengkritik keputusan AS dalam hal ini.
Kerja Sama Keamanan dan Kecerdasan Buatan
Dalam kunjungannya, Milei bertemu dengan Netanyahu, Senin malam (20/4). Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman di bidang keamanan dan kecerdasan buatan. Mereka juga menandatangani "Perjanjian Ishak", sebuah inisiatif yang dimulai Milei pada 2015 untuk memperkuat hubungannya dengan Israel, dan sebelumnya juga dibahas dalam kunjungan regional Menteri Luar Negeri rezim Zionis, Gideon Sa'ar.
Harian Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Milei berencana membuka rute penerbangan langsung antara Bandara Ben Gurion dan Buenos Aires, meskipun detail jumlah penerbangan belum diumumkan.
Channel 14 TV Israel mengumumkan bahwa ini adalah kunjungan ketiga Milei ke Israel sejak ia menjabat sebagai presiden pada November 2023. Argentina menganggap kunjungan ini sebagai tanda dukungan serius terhadap Netanyahu dan kebijakan pendudukan Israel.
Mulai dengan Doa di Tembok Ratapan
Milei memulai kunjungannya dengan berdoa di Tembok Ratapan di bagian barat Quds yang diduduki. Selama kunjungan tiga hari ini, ia dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Zionis Isaac Herzog, dan menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Bar-Ilan.
Javier Milei datang ke Quds tidak hanya sebagai presiden Argentina, tetapi sebagai sekutu setia Netanyahu. Pemindahan kedutaan, penerbangan langsung, dan kerja sama AI, semua adalah paket dukungan penuh kepada kebijakan pendudukan Israel.
Argentina kini bergabung dengan segelintir negara yang secara terbuka menentang konsensus internasional tentang status Quds.
Dunia Arab dan Islam pasti akan merespons. Pertanyaannya: apakah langkah ini akan memicu gelombang pemindahan kedutaan lain? Atau justru semakin mengisolasi Argentina di kancah internasional?
Satu hal yang pasti: Quds kembali menjadi pusat ketegangan diplomatik. Dan Milei, dengan penuh kesadaran, menambahkan bensin ke dalam api.(sl)