Dilema Washington: Negosiasi dengan Beijing, Bukan Tehran
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189878-dilema_washington_negosiasi_dengan_beijing_bukan_tehran
Pars Today - Sebuah media Zionis menyoroti kebuntuan Washington dalam menghadapi tekad Iran, seraya menulis bahwa mematahkan kebuntuan ini merupakan salah satu tujuan kunjungan Presiden Amerika Serikat ke Beijing.
(last modified 2026-05-13T06:04:24+00:00 )
May 13, 2026 13:02 Asia/Jakarta
  • Dilema Washington menghadapi Tehran
    Dilema Washington menghadapi Tehran

Pars Today - Sebuah media Zionis menyoroti kebuntuan Washington dalam menghadapi tekad Iran, seraya menulis bahwa mematahkan kebuntuan ini merupakan salah satu tujuan kunjungan Presiden Amerika Serikat ke Beijing.

Dilansir Pars Today, 12 Mei 2026, harian Zionis Israel Hayom dalam sebuah laporan mengenai kebuntuan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat menyataka, "Sebagaimana diperkirakan, Iran telah mengajukan prasyarat-prasyarat yang tidak dapat diterima oleh Amerika Serikat. Dengan demikian, kita sekali lagi kembali ke titik awal."

Menanggapi inisiatif yang diajukan Iran untuk pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman, media Zionis ini mencatat, "Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, merasa marah dengan respons Iran dan untuk saat ini memilih pergi ke Beijing guna berupaya mematahkan kebuntuan tersebut. Trump lebih memilih bernegosiasi dengan Tiongkok dari posisi yang setara, ketimbang harus menerima risiko dipermalukan oleh Iran."

Israel Hayom juga menyinggung reaksi negatif global terhadap tindakan rezim Zionis di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Iran, seraya menulis, "Sejak peristiwa 7 Oktober, Israel telah berperang di beberapa front, tetapi belum juga berhasil mencapai solusi politik yang berkelanjutan atau memperoleh dukungan opini publik dunia."

Media Zionis ini mengingatkan keunggulan Iran dalam konflik tersebut, seraya menambahkan, "Iran berhasil membangun kembali program nuklir, rudal, dan kekuatan proksinya, bahkan dengan menutup Selat Hormuz, Tehran mampu mengubah krisis regional menjadi krisis energi global."(Sail)