Irak Luncurkan Operasi Besar "Menegakkan Kedaulatan" di Gurun Najaf-Karbala
-
Pasukan Al-Hashd Al-Shaabi (PMF) Irak
Pars Today - Pasukan Al-Hashd Al-Shaabi (PMF) Irak, Selasa (12/5) dini hari, meluncurkan operasi pembersihan skala besar di Gurun Najaf dan Karbala untuk mengamankan jalan raya yang menghubungkan Karbala dengan Distrik Nukhayb.
Dilansir IRNA, 12 Mei 2026, komandan Operasi Al-Furat Al-Awsat di PMF, Ali Al-Hamdani, mengumumkan bahwa operasi yang diberi nama "Menegakkan Kedaulatan" ini mencakup empat poros dan melibatkan unit penjinak bom, intelijen, serta pasukan pendukung.
Al-Hamdani menjelaskan bahwa target utama operasi ini adalah menciptakan stabilitas keamanan di rute strategis Karbala menuju Nukhayb dan sekitarnya, yang membentang hingga lebih dari 120 kilometer.
Komandan Operasi Al-Furat Al-Awsat menambahkan bahwa operasi ini dilakukan atas perintah langsung Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak dan Kepala Staf Umum.
- Operasi ini melibatkan:
- Komando Operasi Al-Furat Al-Awsat
- Komando Operasi Karbala
- Komando Operasi Al-Anbar
- Brigade 2 PMF
Para peserta melaksanakan operasi pencarian dan pembersihan secara profesional hingga kedalaman 70 kilometer.
Skandal Pangkalan Rahasia
Operasi skala besar ini muncul setelah laporan media asing dan pengakuan resmi Irak mengenai insiden mematikan di padang pasir Karbala pada bulan Maret lalu. Insiden yang terjadi pada tanggal 5 Maret 2026 itu melibatkan bentrokan antara pasukan keamanan Irak dengan "detasemen tak dikenal dan tidak berizin" yang didukung oleh pesawat terbang, yang mengakibatkan gugurnya satu tentara Irak dan melukai dua lainnya.
Pada bulan Maret, pasukan keamanan Irak bentrok dengan "kelompok tak dikenal" di wilayah padang pasir Karbala, yang diduga kuat terkait dengan pendirian pangkalan rahasia tersebut. Satu prajurit Irak tewas dalam insiden tersebut.
Wall Street Journal melaporkan pekan lalu bahwa Israel telah mendirikan pangkalan militer rahasia di padang pasir Irak untuk mendukung kampanye udaranya terhadap Iran. Pangkalan itu ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penggembala setempat yang kemudian melapor kepada pihak berwenang Irak. Tidak lama setelah itu, Israel dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap pasukan Irak yang mendekati lokasi pangkalan untuk mencegah penemuan mereka.
Pernyataan Resmi Irak
Komandan Keamanan Irak, JOC (Joint Operations Command), sebelumnya dengan tegas membantah adanya pangkalan asing yang masih beroperasi. Menurut Major General Tahsin Al-Khafaji, operasi pembersihan rutin yang dilakukan pada bulan April dan Mei tidak menemukan jejak kelompok tak dikenal atau pangkalan musuh di wilayah tersebut.
JOC menegaskan bahwa "tidak ada pangkalan atau pasukan tidak berizin" saat ini di Irak, khususnya di Gurun Karbala. Mereka mengkonfirmasi bahwa situasi saat ini telah kembali normal dan di bawah kendali penuh aparat keamanan Irak.
Irak bertindak cepat. Setelah skandal pangkalan rahasia yang memalukan itu mengemuka, pasukan PMF dikerahkan dalam skala besar untuk memburu "hantu" di padang pasir. Apakah targetnya adalah sisa-sisa komando yang tertinggal atau sekadar untuk menunjukkan bahwa kedaulatan Irak tidak bisa diinjak-injak begitu saja? Yang jelas langkah ini adalah pesan tegas: Tidak ada pihak asing yang boleh bermain api di gurun kami.
Maret lalu, seorang gembala melihat sesuatu yang aneh di padang pasir. Mei ini, tank dan pasukan khusus dikerahkan di tempat yang sama. Irak tidak akan membiarkan wilayahnya menjadi panggung sandiwara perang proksi. Siapa pun dalang di balik pangkalan misterius itu, mereka mungkin sudah pergi. Namun pesan dari Baghdad jelas: jangan coba-coba kembali.(Sail)